Korban Tanjung Priok: Pantaskah Soeharto Disebut Pahlawan?

2026-01-13 10:38:58
Korban Tanjung Priok: Pantaskah Soeharto Disebut Pahlawan?
JAKARTA, - Aminatun Najariyah, korban Tragedi Tanjung Priok 1984, menolak wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto. Baginya, peristiwa kelam yang ia alami menjadi bukti bahwa masa pemerintahan Soeharto diwarnai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Dalam tragedi itu, terjadi pembunuhan, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, serta penghilangan orang secara paksa. Berdasarkan laporan Komnas HAM, peristiwa Tanjung Priok menimbulkan korban sebanyak 79 orang, terdiri atas 55 orang luka-luka dan 23 orang meninggal dunia. Amanatun menilai, kejahatan kemanusiaan di masa pemerintahan Soeharto membuat presiden yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade itu tidak pantas dibalas dengan penghormatan negara.Baca juga: PBNU Dukung Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional “Dengan kondisi seperti itu, pantaskah seorang, seorang pemimpin, seorang negarawan, kemudian memperlakukan rakyatnya seperti itu, yang tidak tahu apa-apa?” kata Aminatun dalam diskusi #SoehartoBukanPahlawan di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu . “Terus dijadikan pahlawan, tapi semua perbuatannya jelek? Apa bisa masuk akal tidak, kalau dia itu seorang pahlawan?” ucapnya.Aminatun kemudian mengenang saat dirinya ditangkap dan ditahan aparat militer usai peristiwa Tanjung Priok. Ia menyebut penangkapan dilakukan tanpa surat resmi dan disertai kekerasan.“Hanya gara-gara kakak saya itu ditangkap, saya melawan. Waktu itu bukan melawan, tapi membela diri. Ada tidak suratnya? Ada tidak perintahnya penangkapan ini?” ujarnya. Ia menceritakan, dirinya dibawa pada malam hari dan menyaksikan penyiksaan terhadap keluarga serta tahanan lain. Di markas militer, Amanatun mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi dan pelecehan.Baca juga: MUI: Soekarno, Soeharto, Habibie, dan Gus Dur Pemimpin Bangsa yang Layak Jadi Pahlawan “Waktu itu karena saya mau ditelanjangi, saya membalikkan tubuh, melindungi diri, bukan melawan ya, kalau melawan itu salah. Jadi saya melindungi diri saya untuk kuda-kuda. Nah, akhirnya terobek sedikit jilbab saya, dan saya tidak ditelanjangi. Tadinya mau ditelanjangi di hadapan teman-teman laki-laki semuanya,” tuturnya. Kondisi penahanan pun jauh dari layak. Ia bercerita pernah mengalami menstruasi tanpa diberi pakaian atau kasur pengganti. “Sebenarnya saya cerita begini malu, karena ya apa boleh buat, itu kenyataan,” katanya lirih. Hingga kini, Aminatun mengaku belum memperoleh keadilan maupun kompensasi dari negara. Proses hukum terhadap pelaku tragedi, menurutnya, tidak berjalan adil. “Penanganan saya ditahan itu juga tanpa dihakimi, tanpa diadili,” ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-01-13 10:09