Makna Politik Pujian Prabowo kepada Bahlil

2026-01-12 06:13:52
Makna Politik Pujian Prabowo kepada Bahlil
TAK hanya saling lempar pantun, Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga saling lempar pujian.Ini terjadi pada peringatan puncak HUT Ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan Jakarta pada 5 Desember 2025 lalu.Bahlil, dalam pidato politiknya, menyampaikan bahwa kehadiran Prabowo di setiap peringatan ulang tahun Golkar merupakan bentuk kecintaan Prabowo kepada partai beringin ini.Menurut Bahlil, hal ini tak bisa dilepaskan dari rekam jejak Prabowo yang pernah berproses dan berdinamika di Golkar.Bahkan, Bahlil memperkuatnya dengan memuji Prabowo sebagai sosok yang lebih memahami Golkar ketimbang dirinya, meskipun sang presiden sendiri adalah Ketua Umum Partai Gerindra.Oleh karena itu, Golkar merasa nyaman bekerja dengan Presiden Prabowo dan akan terus menjaga dan mencintai serta bersama-sama Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sampai masa pemerintahan selesai.Gayung bersambut, Prabowo membalas pujian Bahlil dengan pujian. Bahwa Bahlil merupakan sosok yang sangat cerdas, detail dan pintar menarik hati.Baca juga: Kiamat Pencitraan: Warganet Kini Vs Pemimpin Tipu-tipuApalagi, ada video yang menampilkan foto masa lalu Prabowo ketika mengenakan jaket Golkar dan foto almarhum ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo. Hati Prabowo makin terpikat.Prabowo mengakui bahwa ia belajar politik di Golkar. Karenanya, bersama Golkar, Prabowo merasa nyaman. Bahkan, Prabowo mengucapkan terima kasih khusus kepada Golkar karena kader-kader Golkar di kabinetnya bekerja dengan baik.Saling berbalas pujian antar keduanya tersebut menjadikan perayaan puncak peringatan HUT Ke-61 Partai Golkar sebagai panggung teater yang menampilkan dramaturgi politik, konsep yang dimajukan oleh sosiolog Erving Goffman.Dalam dramaturgi politik, ada panggung depan (front stage) dan panggung belakang (backstage) yang saling terkait, tapi menampilkan wajah berbeda.Bahlil memuji Prabowo dan Prabowo membelas pujian tersebut dengan memuji Bahlil adalah panggung depan yang dipertontonkan kepada publik. Pujian politik tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan disengaja untuk menampilkan realitas politik tertentu.Lalu bagaimana realitas politik sebenarnya di panggung belakang? Apa makna politik dari pujian Prabowo kepada Bahlil tersebut?Saya menganalisis terdapat beberapa makna politik di balik saling berbalas pujian antara Prabowo dan Bahlil tersebut.Pertama, Golkar semakin menempati posisi strategis dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Tak sekadar strategis, tetapi juga menguat di antara partai koalisi yang lain. Tentu, posisinya tak bakal melampaui Gerindra, partainya Prabowo.


(prf/ega)