- Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya dalam konferensi pers menuai kecaman dan dilabeli bernuansa rasis serta seksis oleh salah satu partai politik di negaranya.Polemik tersebut muncul di tengah persiapan Timnas Afrika Selatan menghadapi agenda internasional penting pada akhir tahun ini.Kontroversi bermula dari komentar Broos yang disampaikan kepada media usai insiden keterlambatan bek Bafana Bafana, Mbekezeli Mbokazi, yang tertinggal pesawat menuju pemusatan latihan tim nasional.Ucapan Hugo Broos yang kemudian dianggap bermasalah adalah pernyataannya berikut:"Saya akan berbicara dengannya (Mbokazi) setelah latihan. Saya bisa memastikan dia adalah pria kulit hitam, tapi dia akan keluar dari ruangan saya sebagai pria kulit putih," katanya dikutip dari The Athletic.Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026: Meksiko Vs Afrika Selatan Jadi Laga Pembuka, Deja Vu Edisi 2010Sehari setelahnya, SAHRC memastikan tengah mengkaji laporan yang masuk sembari menegaskan bahwa ujaran kebencian tidak dibenarkan dalam bentuk apa pun.Partai United Democratic Movement (UDM) bereaksi keras terhadap pernyataan pelatih berusia 73 tahun tersebut.Dalam siaran radio lokal, UDM mendesak Komisi Hak Asasi Manusia Afrika Selatan (SAHRC) untuk membuka penyelidikan pada Jumat .Desakan itu muncul setelah pernyataan Broos dianggap mengandung unsur rasis dan seksis, sehingga dinilai melanggar nilai-nilai kesetaraan yang dijunjung di Afrika Selatan.Menanggapi polemik yang berkembang, pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, mengakui kekeliruan dalam pemilihan kata dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.Baca juga: Timnas U17 Indonesia Ganti Lawan Usai Afrika Selatan Batal Uji CobaIa menegaskan tidak pernah berniat menyampaikan komentar bernuansa diskriminatif.AFP/ROBERTO SCHMIDT Pemain timnas Afrika Selatan Siphiwe Tshabalala mencetak gol ke gawang Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2010 di Stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, 11 Juni 2010.Pelatih asal Belgia itu juga mengungkapkan bahwa tudingan rasis tersebut berdampak besar secara personal karena menyeret keluarganya."Bagian terburuknya adalah keluarga saya, istri, anak-anak, dan cucu-cucu saya, ikut menderita," ungkap Broos.Hugo Broos menekankan bahwa sepanjang kariernya di dunia sepak bola, ia telah bekerja dan berinteraksi dengan banyak pemain berkulit berwarna.Pengalaman itu ia dapatkan sejak masih bermain, hingga berkiprah sebagai pelatih di berbagai negara.
(prf/ega)
Pelatih Timnas Afrika Selatan Minta Maaf Usai Komentarnya Dilabeli Rasis
2026-01-11 03:27:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:45
| 2026-01-11 21:58
| 2026-01-11 21:50
| 2026-01-11 21:27
| 2026-01-11 21:14










































