Dua Jalan, Satu Tujuan

2026-01-12 07:01:55
Dua Jalan, Satu Tujuan
– Dulu, melintasi Pulau Sumatera adalah ujian kesabaran. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang membentang sepanjang sekitar 2.400 kilometer (km) dari Lampung hingga Aceh dikenal berkelok, berbukit, dan memakan waktu lama.Selain menjadi jalur logistik utama, kondisi jalan yang padat membuat Jalinsum rawan kemacetan dan kecelakaan. Perjalanan lintas provinsi pun kerap menguras tenaga dan waktu.Kini, wajah perjalanan itu berubah. Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero) bukan sekadar menghadirkan hamparan aspal baru. Tol ini menjadi penghubung yang memendekkan jarak, mempercepat pertemuan, serta membuka ruang bagi cerita dan pengalaman baru.Gambaran itu terpotret dari kisah Zahra dan Iman, dua relawan proyek sosial “Jagat Literasi” yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Palembang. Meski memiliki titik awal dan tujuan yang sama, pilihan jalur yang mereka ambil menghadirkan pengalaman perjalanan yang sangat berbeda.Baca juga: Hari Natal, Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Catat Rekor Trafik Tertinggi JTTSZahra, seorang perempuan muda yang mengutamakan efisiensi waktu, memilih melintasi JTTS. Baginya, janji kecepatan bukan sekadar slogan.Dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Palembang, ia hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar tujuh hingga delapan jam. Perjalanan terasa lancar, melewati belasan gerbang tol tanpa hambatan berarti.“Tadi kita ngelewatin 16 pintu tol. Enggak kerasa. Ternyata kalau pakai tol Sumatera jadi lebih dekat,” ujar Zahra saat menceritakan pengalamannya, seperti dikutip dari reels Instagram Kompas.com, Jumat .Sebaliknya, Iman harus menempuh jalur non-tol. Kebutuhan logistik untuk menurunkan bantuan di sejumlah kota kecil membuatnya menghadapi jalan berlubang, antrean kendaraan besar, dan kemacetan panjang.Baca juga: JTTS Sudah Beroperasi 791,85 Kilometer, Tekan Biaya Logistik Akibatnya, Iman menghabiskan waktu hingga 12 jam di perjalanan—selisih sekitar empat jam dibandingkan Zahra.“Lewat jalur non-tol itu rasanya enggak selesai-selesai. Banyak hambatan, bensin pun sampai harus isi empat kali karena mesin bekerja lebih keras di kemacetan. Benar-benar menguras energi,” ujar Iman dengan wajah lelah saat tiba di lokasi kegiatan.DOK. Hutama Karya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun PT Hutama Karya (Persero).Efisiensi perjalanan bukan semata soal cepat sampai, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab dan profesionalisme. Hal ini terlihat dari perbedaan waktu kedatangan Zahra dan Iman.Zahra, yang tiba lebih awal berkat jalur tol, harus menghadapi jadwal kegiatan yang mulai terganggu. Baginya, waktu bukan sekadar angka di jam tangan, melainkan komitmen terhadap rekan kerja dan masyarakat yang telah menunggu.Baca juga: Tiga Ruas Fungsional JTTS Akan Dilengkapi Toilet Portabel hingga SPBU Modular“Jadi kamu yang namanya Iman? Kok baru sampai sekarang? Aku kira kamu santai-santai di jalan sampai telat begini,” tegur Zahra dengan nada dingin saat Iman akhirnya tiba.


(prf/ega)