Kisah Ci Hoa, Lansia yang Digendong Keluar Saat Kebakaran Panti Werdha Manado. Sahabat Sekamar Tak Tertolong

2026-01-11 15:23:35
Kisah Ci Hoa, Lansia yang Digendong Keluar Saat Kebakaran Panti Werdha Manado. Sahabat Sekamar Tak Tertolong
– Sorot matanya masih kosong, menyiratkan trauma mendalam yang sulit hilang. Di atas ranjang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Manado, Sulawesi Utara, Lao Kiem Hoa (73) terbaring lemah.Tubuh rentanya selamat dari maut, namun ia trauma karena kobaran api yang menghanguskan tempat tinggalnya.Kisah pilu Ci Hoa, sapaan akrabnya, merupakan satu dari sekian fragmen menyedihkan dalam tragedi kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut, Kota Manado, yang terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.36 Wita.Baca juga: Kisah Relawan saat Evakuasi Korban Kebakaran Panti Werdha Damai Manado, Gotong Lansia di Kursi Roda Naik ke PagarMalam itu, Ci Hoa baru saja bersiap untuk mengistirahatkan raga. Sebagai penghuni Panti Werdha, institusi pelayanan sosial bagi lansia, ia sudah terbiasa dengan ketenangan malam di panti tersebut.Namun, ketenangan itu pecah seketika."Saat itu saya sudah di kamar, sudah mau tidur," ucap Ci Hoa lirih saat ditemui di RSUD Manado, Senin .Tiba-tiba, gedoran keras menghantam pintu kamarnya. Suara panik Om Inyo, sang penjaga panti, berteriak memanggil namanya."Ada yang panggil dari luar, 'Ci Hoa keluar, keluar!'" kenangnya menirukan suara tersebut dengan suara bergetar.Saat pintu dibuka, pemandangan mengerikan tersaji: api sudah berkobar hebat di luar kamar. Dalam kondisi fisik yang terbatas dan harus bergantung pada alat bantu jalan (walker), Ci Hoa nyaris terjebak.Baca juga: Kisah Damkar yang Menembus Asap Selamatkan Lansia di Kebakaran Panti Wreda Damai ManadoDi tengah kepanikan, seorang penatua panti bernama Jhony datang bak pahlawan. Tanpa membuang waktu, Jhony menggendong Ci Hoa di pundaknya untuk menembus kepulan asap."Dia pikul saya keluar dari sana," ujar Ci Hoa sambil menggerakkan tangannya, memeragakan momen saat ia dievakuasi.Nahas, keberuntungan tidak berpihak pada teman sekamarnya, Oma Rini.Menurut Ci Hoa, Oma Rini sedang dalam kondisi sakit parah dan hanya bisa terbaring di kasur. Di tengah kobaran api yang cepat membesar, Oma Rini menjadi salah satu korban yang tak tertolong.Tragedi ini membuat Ci Hoa kehilangan segalanya. Tidak ada harta benda yang tersisa, hanya pakaian yang melekat di badan. Namun, di tengah duka, ia tetap bersyukur."Yang penting kita bersyukur. Ini hanya anugerah Tuhan," katanya pelan.Baca juga: Panti Jompo Werdha Damai Manado Terbakar: 16 Orang Meninggal, Polisi Identifikasi dan Olah TKP


(prf/ega)