BENGKULU, - Sejumlah pengusaha kuliner di Kota Bengkulu mengeluhkan sampah yang telat diangkut sejak beberapa bulan terakhir hingga membuat pelanggan batal berbelanja."Sampah sering telat diangkut akhirnya menumpuk bau dan lalat. Sehingga banyak pelanggan kami enggan makan atau belanja karena dianggap jorok," kata Linda, pengusaha rumah makan Padang di Jalan Danau, Kelurahan Jembatan Kecil, Kota Bengkulu, Jumat .Meski belum menghitung secara detail penurunan omzet, Linda mengaku melihat langsung beberapa calon pembeli membatalkan belanja. "Ada saya lihat mereka baru turun dari mobil mau makan, saat lihat sampah belum diangkut. Mereka masuk mobil lalu pergi," keluh Linda.Ia menambahkan, selama ini dirinya membayar Rp 100.000 per bulan untuk layanan angkut sampah setiap hari. Namun dalam beberapa bulan terakhir, sampah baru diangkut tiga atau empat hari sekali. "Akibatnya sampah menumpuk, bau dan berlalat," ujarnya.Baca juga: Dua Rumah Dibangun untuk Keluarga Balita Korban Terinfeksi Cacing di BengkuluLinda menegaskan usaha kuliner mengedepankan kebersihan dan kesehatan, sementara sampah yang menumpuk di depan ruko membuat usahanya tampak tidak higienis. "Pelanggan lari," tegasnya.Keluhan serupa disampaikan pedagang pangsit, Nanang. Ia mengatakan pelanggan menghindari warungnya karena sampah telat diangkut. "Kami dianggap jorok, padahal sampah telat diangkut," kata Nanang.Nanang membayar Rp 50 ribu per bulan untuk biaya sampah yang seharusnya diangkut setiap hari. Namun belakangan sampah baru diangkut setiap tiga hari. "Kami tidak tahu apa penyebabnya," ujar Nanang.Para pengusaha kuliner berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan sampah yang menumpuk dan berdampak pada penurunan omzet. Pantauan Kompas.com, tumpukan sampah tidak hanya terlihat di pusat kuliner, tetapi juga di permukiman warga di Kota Bengkulu.Sebelumnya diberitakan, antrean panjang kendaraan pengangkut sampah terjadi hingga dua kilometer menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Sebakul. Antrean terjadi sejak dua bulan terakhir dan membuat sampah tidak terangkut secara normal.Dedi, pengemudi pikap pengangkut sampah, menyebut penyebab utamanya adalah buruknya akses jalan masuk menuju TPA. Ia mengatakan sejak dua bulan terakhir jalan menuju gundukan sampah rusak, becek, dan berlumpur akibat hujan. "Sejak jalan rusak kami harus mengantre berkilo-kilo meter, bahkan sampai dua belas jam baru bisa dapat giliran bongkar sampah," cerita Dedi.Menurut Dedi, kondisi jalan yang berlumpur dan berbatu membuat banyak mobil sampah terbenam dan bahkan terbalik. Ia mengaku enam bulan terakhir pendapatannya habis untuk memperbaiki mesin mobil yang jebol karena medan yang berat.Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu angkat suara terkait antrean panjang di TPA Air Sebakul.Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu, Alias Sakbadi, mengatakan antrean disebabkan sejumlah faktor. "Persoalan itu akhir-akhir ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Jalan kami perbaiki kami timbun namun saat malamnya hujan keesokan hari jalan rusak lagi," kata Alias ketika dikonfirmasi melalui telepon, Jumat .Alias menambahkan kendala lain adalah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering kosong di SPBU. Ia juga mengingatkan para pengemudi agar tidak membuang sampah di jalur menuju TPA. "Kami juga mengharapkan para pengemudi dapat bekerjasama dan bersabar dikarenakan kondisi cuaca dan sulitnya mendapatkan BBM," ujarnya.Ia melanjutkan, sebagian pengemudi angkutan sampah dari luar pemerintah tidak membawa kernet sehingga bongkar muatan dilakukan pemulung. "Mereka tidak ada kernet jadi sampah dibongkar pemulung, ini juga sebabkan antrean panjang," tambahnya.Alias mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan wali kota untuk meminta izin pelebaran jalan menuju TPA agar antrean dapat terurai. "Pemerintah tentunya akan berbuat yang terbaik untuk semua. Mobil dinas lancar, mobil pribadi lancar untuk membuang sampah di TPA. Juga masyarakat dapat memilah sampah sebelum dibuang ke TPA," kata Alias.
(prf/ega)
TPA Bermasalah Sejak 2 Bulan Bikin Sampah Menumpuk, Pengusaha Kuliner di Bengkulu Ditinggal Pelanggan
2026-01-11 03:23:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 03:51
| 2026-01-11 03:22
| 2026-01-11 01:45










































