Gotong Royong di Pelosok Manggarai Timur: Warga 3 Desa Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Parah

2026-01-12 03:35:32
Gotong Royong di Pelosok Manggarai Timur: Warga 3 Desa Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Parah
BORONG, – Jalan yang mulus adalah mimpi besar warga di pelosok. Sebab, jalan bak nadi kehidupan karena menjadi penggerak ekonomi, penopang hasil bumi, dan penghubung harapan.Sayangnya, mimpi itu masih jauh bagi warga tiga desa di wilayah Rembong Raya, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).Warga Desa Kaju Wangi, Golo Lebo, dan Legur Lai, bertahun-tahun berteriak soal jalan yang rusak parah, tapi suara itu tak didengar.Tak menyerah, warga dan aparatur tiga desa kembali secara swadaya dan bergotong royong mulai memperbaiki titik jalan terparah di Kelok, Desa Kaju Wangi pada 3 Desember 2025.Diketahui, warga ketiga desa tersebut sudah puluhan tahun memperbaiki sendiri sejumlah titik jalan yang rusak tersebut.Baca juga: Cerita Jeruk Boalemo ke Gorontalo: Dulu Terjebak Jalan Rusak, Kini Berani Hadapi TengkulakKOMPAS.COM/Dok Warga Elar/Ehji Sarlenso Warga tiga desa di Kecamatan Elar, Kab. Manggarai Timur, NTT secara gotong royong memperbaiki jalan rusak parah ditengah cuaca hujan, Rabu, . (/Dok Warga Ela/Ehji Sarlenso)Masing-masing desa menyumbang lima truk material batu. Sedangkan para sopir angkutan umum ikut mengangkut dan bekerja.“Kegiatan ini inisiatif bersama tiga pemerintah desa dan pemilik angkutan umum, serta seluruh masyarakat. Hari itu hari pertama, rencananya tiga hari karena medannya berat,” ujar Kepala Desa Kaju Wangi, Siprianus Jawa melalui sambungan telepon, Senin .Dia lantas menyampaikan terima kasih kepada Pater Simon Suban Tukan (JPIC SVD Ruteng) yang menyumbang 15 sak semen untuk rabat beton di titik paling kritis di Dusun Mboeng.“Kami juga berharap tahun 2026, segmen Lempang Paji–Toang hingga ke tiga desa kami benar-benar direalisasikan. Ini satu-satunya akses kami,” kata Siprianus.Baca juga: Jalan Rusak 6 Meter, Warga Poncoharjo Demak Tanam PisangSementara itu, salah seorang warga Rembong Raya, Goris mengungkapkan bahwa gotong royong memperbaiki jalan akhirnya selalu dilakukan warga setiap enam bulan sekali.“Dari dulu sampai sekarang jalan Elar–Ruteng di Kelok ini rusak parah. Motor saja susah lewat, apalagi mobil. Setiap musim hujan licin dan berlumpur. Kami terpaksa gotong royong tiap enam bulan sekali,” ujar Goris melalui sambungan telepon, .Pasalnya, menurut Goris, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur seolah menutup mata. Terbukti, anggaran untuk Kecamatan Elar selalu paling kecil.“Adanya masyarakat, ada pemerintah tapi kami di sini seperti anak tiri. Kami teriak soal jalan rusak, tapi seolah tak didengar. Pemerintah pusat sudah gelontorkan dana besar untuk infrastruktur, tapi sampai ke kami kok nol?” keluhnya. Goris juga menyentil anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) IV yang berasal dari partai besar.“Ada wakil rakyat dari partai besar di dapil kami, tapi kok miris sekali. Seolah kami tidak punya utusan. Tolong dengarkan suara kami, sampaikan ke atas," katanya menegaskan.Baca juga: Sudah 2 Bulan, Mobil Sampah Mengular 2 Kilometer di Bengkulu Imbas Jalan Rusak


(prf/ega)

Berita Terpopuler