21 Desember 2025 Jadi Hari Terpendek, Apa Penyebabnya?

2026-01-12 05:07:38
21 Desember 2025 Jadi Hari Terpendek, Apa Penyebabnya?
- Setiap hari, durasi siang dan malam di Bumi sebenarnya tidak pernah sama.Ada kalanya siang terasa lebih panjang, dan ada pula saat malam berlangsung lebih lama.Perbedaan inilah yang mencapai titik ekstrem pada solstis Desember 2025, ketika Belahan Bumi Utara mengalami hari terpendek dan malam terpanjang dalam setahun.Lantas, apa itu soltis dan kapan hari terpendek pada tahun 2025 di belahan Bumi utara akan terjadi? Baca juga: Planet Apa yang Memiliki Hari Terpendek? Ini Penjelasannya ....Dilansir dari EarthSky, Sabtu , solstis Desember atau December soltice terjadi ketika Matahari mencapai titik paling selatan dalam peredarannya di langit.Pada Sabtu , solstis berlangsung pukul 15.03 UTC. Sehingga pada hari ini menjadi hari terpendek di belahan bumi utara.Di Belahan Bumi Utara, peristiwa ini menyebabkan siang hari menjadi paling singkat dan malam berlangsung paling lama sepanjang tahun.Sebaliknya, di Belahan Bumi Selatan, solstis Desember menandai hari terpanjang dan awal musim panas.Perbedaan ini terjadi karena posisi dan kemiringan Bumi saat mengelilingi Matahari.Baca juga: Tanggal 5 Agustus Jadi Hari Terpendek, Begini Penjelasan Para IlmuwanBumi mengelilingi Matahari dengan sumbu yang miring sekitar 23,5 derajat. Kemiringan ini membuat cahaya Matahari tidak jatuh merata ke seluruh permukaan Bumi sepanjang tahun.Saat solstis Desember, Belahan Bumi Utara berada pada posisi paling menjauh dari Matahari. Akibatnya, wilayah ini menerima cahaya Matahari lebih sedikit.Kondisi inilah yang membuat siang lebih pendek dan malam lebih panjang.Baca juga: Gerhana Matahari: Jenis dan Dampak bagi Lingkungan dan KesehatanDi Belahan Bumi Utara, solstis Desember membuat Matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat.Lintasan Matahari juga tampak lebih rendah di langit, termasuk saat tengah hari. Bayangan benda di siang hari pun menjadi lebih panjang dari biasanya.Di Belahan Bumi Selatan, kondisi yang terjadi justru berkebalikan. Matahari terbit lebih awal, terbenam lebih lambat, dan berada lebih tinggi di langit.Baca juga: Gerhana Matahari: Jenis dan Dampak bagi Lingkungan dan Kesehatan


(prf/ega)