Pertumbuhan Kredit Melemah pada Oktober 2025, BI Ungkap Dampaknya

2026-01-12 03:34:52
Pertumbuhan Kredit Melemah pada Oktober 2025, BI Ungkap Dampaknya
JAKARTA, — Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Oktober 2025 mulai menunjukkan perlambatan. Kredit hanya tumbuh 6,9 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan 7,2 persen pada September 2025. Kondisi ini ikut menahan laju pertumbuhan uang beredar dalam arti luas atau M2.Pada periode yang sama, M2 tercatat sebesar Rp9.783,1 triliun dengan pertumbuhan 7,7 persen. Laju ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,0 persen pada bulan sebelumnya. M2 menggambarkan seluruh uang yang beredar di masyarakat, mulai dari uang tunai, tabungan, giro, hingga deposito. Indikator ini kerap dipakai untuk melihat seberapa longgar likuiditas di perekonomian.Di dalam M2 terdapat komponen uang beredar sempit atau M1, yaitu uang tunai dan simpanan yang bisa langsung digunakan untuk transaksi sehari-hari. M1 tumbuh 11,0 persen pada Oktober 2025. Sementara itu, uang kuasi, yang terdiri dari tabungan dan deposito berjangka, naik 5,5 persen.“Aktiva luar negeri bersih pada Oktober 2025 tumbuh sebesar 10,4 persen, melanjutkan pertumbuhan pada September 2025 sebesar 12,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, melalui siaran pers BI, Jumat . Baca juga: Uang Beredar Meningkat pada Oktober 2025, BI Jelaskan PenyebabnyaDOK. BI Bank Indonesia memaparkan tren kenaikan uang beredar pada Oktober 2025.DOK. BI Bank Indonesia memaparkan tren kenaikan uang beredar pada Oktober 2025.Namun, BI mencatat dorongan dari penyaluran kredit dan tagihan kepada Pemerintah Pusat terlihat melemah.Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 5,4 persen pada Oktober, melambat dibandingkan 6,5 persen pada September 2025. BI menilai perlambatan kredit dan tagihan pemerintah tersebut menjadi faktor yang menekan pertumbuhan M2.Baca juga: Ada Insentif KLM dari BI, Citi Indonesia Berharap Penyaluran Kredit TumbuhDalam laporan terpisah, BI juga memaparkan perkembangan uang primer atau M0 adjusted. M0 merupakan uang dasar di sistem keuangan, yang terdiri dari uang kartal dan giro bank umum di BI. Sementara itu, istilah “adjusted” menunjukkan bahwa perhitungannya telah disesuaikan oleh BI untuk menghilangkan dampak kebijakan tertentu, seperti insentif likuiditas. Dengan cara ini, BI menilai kondisi likuiditas sebenarnya bisa terlihat lebih jelas.Pada Oktober 2025, M0 adjusted tumbuh 14,4 persen menjadi Rp2.117,6 triliun, melanjutkan pertumbuhan 18,6 persen pada bulan sebelumnya. “Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 27,1 persen dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,4 persen,” kata Ramdan dalam laporan BI bertanggal 7 November 2025.BI menyampaikan bahwa penyesuaian perhitungan M0 adjusted mulai diterapkan sejak Januari 2025 untuk memberikan pemahaman yang lebih akurat mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh kebijakan likuiditas bank sentral. Seluruh data statistik tersebut disampaikan melalui publikasi resmi BI.Baca juga: OJK Akui Bank Revisi Target Penyaluran Kredit, Imbas Kondisi Ekonomi


(prf/ega)