Kalbe Hadapi Tekanan Kurs, Siapkan Strategi Produksi dan Pembiayaan

2026-02-05 10:51:59
Kalbe Hadapi Tekanan Kurs, Siapkan Strategi Produksi dan Pembiayaan
SUKABUMI, -PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menilai tekanan nilai tukar dan ketergantungan bahan baku impor masih menjadi tantangan utama industri farmasi. Kondisi itu membuat perusahaan menyiapkan langkah antisipasi agar produksi tetap berjalan stabil.“Kami akan tetap mengutamakan kualitas serta akses terhadap obat-obatan,” ujar Head of Corporate Communication Kalbe Farma, Hari Nugroho, di Sukabumi, Kamis .Hari menjelaskan volatilitas USD/IDR berdampak langsung ke struktur biaya karena mayoritas bahan baku masih diimpor. Strategi pembayaran impor menggunakan mata uang lokal mitra dagang, termasuk Renminbi untuk transaksi dari China, ditempuh untuk mengurangi tekanan kurs. Cadangan kas dolar juga disiapkan agar perusahaan lebih siap menghadapi pergerakan nilai tukar.Baca juga: Ketergantungan Impor Bahan Baku Farmasi Masih Tinggi, Kalbe Genjot Substitusi LokalHari menyampaikan dinamika geopolitik global tidak memberikan gangguan besar pada pasokan Kalbe sejauh ini. Kolaborasi teknis dengan mitra luar negeri tetap berjalan, terutama untuk pengembangan bahan baku dan teknologi produksi.“Kami terus membangun kapabilitas produksi dalam negeri sebagai strategi jangka panjang untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional,” ujar Hari.Kalbe menilai substitusi bahan baku lokal masih terbatas, terutama untuk API kimia. Produk bioteknologi dinilai lebih cepat dikembangkan sehingga menjadi salah satu fokus peningkatan kapasitas.Memasuki 2026, Kalbe merencanakan investasi pada fasilitas radiofarmaka, pengembangan bahan baku hasil kerja sama dengan Livzon Pharma, serta penambahan kapasitas produksi alat kesehatan lokal. Langkah itu dibagi ke empat lini bisnis perusahaan.Segmen obat resep diarahkan pada pengembangan terapi sel, obat biologis, layanan onkologi, dan vaksin. Segmen produk kesehatan fokus pada pembaruan portofolio dan produk pencegahan. Segmen nutrisi diperluas ke kategori gaya hidup dan harga yang lebih terjangkau. Segmen distribusi ditujukan untuk memperbesar produksi alat kesehatan dengan tingkat komponen dalam negeri lebih tinggi.Hari menambahkan penguatan teknologi biologi menjadi prioritas jangka menengah. Transfer teknologi diharapkan mempercepat kemandirian bahan baku biosimilar dalam tiga sampai lima tahun.Baca juga: Perkuat Obat Resep, Kalbe Kembangkan Terapi Sel, Biologis, dan Vaksin untuk Pasar ASEANKalbe juga memperlebar portofolio onkologi. Cairan FGD untuk PET scan telah memasuki tahap komersial. Peluncuran vaksin baru dijadwalkan awal Desember, dan peresmian pabrik baru pada pertengahan Desember.“Strategi utama kami adalah inovasi, peningkatan portofolio, layanan, dan kolaborasi untuk memastikan kualitas produk semakin baik,” kata Hari.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-05 10:07