Demi Dapat Internet, Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah: Ada Mahasiswa Kerjakan Tugas, atau Hubungi Keluarga

2026-01-12 04:58:07
Demi Dapat Internet, Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah: Ada Mahasiswa Kerjakan Tugas, atau Hubungi Keluarga
TAKENGON, - Mar (50), tiba di Komplek Kantor Bupati Aceh Tengah, Minggu sekitar Pukul 21.00 WIB. Bersama suami, Mar berupaya untuk menghubungi ibundanya di Banda Aceh, yang tidak ada kabar sejak 25 November lalu, tepat setelah hujan deras selama empat hari berturut-turut.Bagi Mar, bencana alam berupa banjir bandang dan longsor telah menganggu komunikasi dirinya beserta keluarga besar yang ada di Banda Aceh.Minggu malam, Mar bermaksud berkomunikasi dengan ibu melalui perangkat starlink yang disediakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Aceh Tengah.Namun, Mar belum tentu beruntung. Sebab, ia harus antre bersama ribuan orang yang memadati Komplek Kantor Bupati Aceh Tengah, yang juga ingin menghubungi keluarga di luar daerah.“Sudah lima hari tidak ada jaringan, kami menunggu dari kemarin kemungkinan ada jaringan, rencana mau menghubungi Mamak di Banda Aceh, tetapi sampai sekarang belum bisa dihubungi,” kata Mar, ditemui Kompas.com, Minggu .Baca juga: Polda Bengkulu Salurkan 2 Ton Beras-Logistik ke Sumbar, Sumut, dan AcehTerakhir, Mar mendapat kabar dari ibunya pada 24 November lalu, sebelum bencana alam melanda Aceh.“Keluarga saya banyak di Banda Aceh, jadi wajar saya ingin menghubungi mereka. Karena semua keluarga ada di Banda Aceh,” ujar Mar.Hingga Pukul 21.00 WIB, warga tampak memadati komplek kantor Bupati Aceh Tengah untuk mendapatkan akses internet dengan berbagai keperluan.Ada mahasiswa yang mengerjakan tugas, orangtua yang ingin menghubungi ibunya, maupun keperluan mendesak lainnya, termasuk menumpang charger baterai handphone.Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Aceh Tengah, Mustafa Kamal mengatakan, pihaknya menyediakan perangkat starlink bagi warga untuk mengakses internet sebagai fasilitas penunjang komunikasi.Peralatan tersebut milik sejumlah sekolah di Aceh Tengah yang ditempatkan sementara di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tengah.“Jadi starlink ini milik beberapa sekolah yang kita pakai untuk masyarakat bisa mengakses internet, sebagian kita pakai untuk posko penanggulangan bencana. Memang akses internet terbatas, oleh sebab itu kita butuh banyak dukungan dari berbagai pihak, supaya masyarakat bisa menghubungi keluarganya di luar daerah, karena akses komunikasi yang terputus,” kata Mustafa Kamal, ditemui di ruang kerjanya, Minggu .Sejauh ini, kata Mustafa Kamal, listik dan internet masih terputus di Kabupaten Aceh Tengah.Demikian juga dengan ketersediaan BBM yang sangat terbatas, sehingga membuat kondisi kehidupan warga kian mengkhawatirkan.“Kita khawatirkan jangan sampai chaos, antrean BBM selama tiga hari ini kita lihat sangat panjang, bahkan lebih 3 kilometer, sehigga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik di level provinsi maupun pusat,” ujar Mustafa.Baca juga: 5 Jenazah Korban Banjir Aceh Utara Ditemukan di Sekitar Bandara Malikussaleh


(prf/ega)