Bahlil Siapkan Dua Proyek Hilirisasi di Kalteng, Bagian dari Investasi Rp 618 Triliun

2026-01-11 03:38:43
Bahlil Siapkan Dua Proyek Hilirisasi di Kalteng, Bagian dari Investasi Rp 618 Triliun
PALANGKA RAYA, - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pihaknya sudah mendesain 18 proyek hilirisasi dengan total investasi Rp 618 triliun.Dua diantaranya akan dibangun di Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni industri alumina dan pasir kuarsa.Ia melihat potensi Kalteng yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), khususnya pada sektor pertambangan.Dia mengatakan, bakal ada pembangunan proyek hilirisasi di wilayah Kalteng. Menurutnya, hal ini dinilai dapat membantu mengejar target pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan Presiden RI.Baca juga: Bahlil Ungkap 5.700 Desa di Indonesia Belum Punya Listrik, Janji Diselesaikan 5 Tahun“Khusus untuk persoalan di Provinsi Kalteng, saya sudah membaca datanya bahwa provinsi ini jadi salah satu daerah yang punya SDA luar biasa, pertambangan ada di sini,” ungkap Bahlil saat membuka acara Musyawarah Daerah Partai Golkar Kalteng di Palangka Raya, Sabtu .Bahlil menyatakan, bahwa dirinya bakal mendorong pembangunan kawasan industri hilirisasi di Kalteng dalam waktu dekat.Pihaknya sudah mendesain 18 proyek hilirisasi dengan total investasi Rp 618 triliun, dua proyek itu di antaranya ada di Kalteng.“Kebetulan ketua satgasnya adalah saya, saya tempatkan dua proyek hilirisasi di sini, pertama adalah pasir kuarsa untuk membangun ekosistem industri solar panel,” beber Bahlil.Baca juga: Sikapi Banjir, Menteri ESDM Bahlil Sebut Bakal Evaluasi Total Tambang di SumateraKemudian, proyek hilirisasi kedua yang akan dibangun di Kalteng adalah industri alumina.Dirinya berjanji pengerjaan proyek ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat.“Dalam waktu 2026, sekarang studi kelayakannya sudah hampir selesai, kami akan turun ke sini untuk meng-clear-kan, Golkar juga memperjuangkan bersama dengan Partai Gerindra untuk di bawah kepemimpinan Pak Prabowo,” jelasnya.Dia mengajak Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran yang hadir dalam pembukaan musda itu untuk menjadwalkan pertemuan dalam rangka pembahasan.“Habis ini, Pak Gubernur, kita akan ketemu, supaya kita bahas,” ucap dia.Bahlil menyatakan, bahwa pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui penciptaan lapangan pekerjaan yang memadai, karena ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara.Baca juga: Bahlil Perketat AMDAL Tambang Usai Banjir dan Longsor Terjang SumateraNamun, dia juga mengingatkan agar pengelolaan sektor pertambangan harus ramah lingkungan.“Khusus untuk sektor pertambangan, pengelolaan tambang ini harus ramah lingkungan, saya punya pengalaman, sebelum jadi politisi saya adalah pengusaha kayu dan tambang, saya tahu gerakan-gerakan tambahan pelaku usaha tambang,” jelasnya.


(prf/ega)