Bukan Obat Kimia, Tim Medis Univ Abdurrab Pakai "Herbal Kit" untuk Tolong Korban Banjir Tapsel

2026-01-11 22:43:01
Bukan Obat Kimia, Tim Medis Univ Abdurrab Pakai
PEKANBARU, - Korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), hingga kini dilaporkan masih bertahan di posko pengungsian.Memasuki bulan kedua pascabencana, kondisi kesehatan warga mulai menurun dengan berbagai keluhan penyakit yang muncul akibat lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.Menanggapi situasi tersebut, tim medis dari Universitas Abdurrab Pekanbaru, Riau, turun langsung memberikan layanan kesehatan bagi para penyintas. Dalam aksi kemanusiaan ini, tim medis mendistribusikan "herbal kit darurat" sebagai solusi praktis pemulihan kesehatan warga.Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di dua titik utama, yakni wilayah kerja Puskesmas Batangtoru dan Puskesmas Hutaraja, Kabupaten Tapsel."Kondisi di lokasi sangat memperihatinkan. Keterbatasan akses layanan kesehatan dan distribusi obat yang belum sepenuhnya pulih," kata anggota tim pelaksana kegiatan, dokter Arnila Melina, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin .Baca juga: 34 Hari Pasca-banjr dan Longsor Tapsel, 4.693 Warga Masih Bertahan di PengungsianArnila menyebutkan bahwa kondisi warga di lokasi pengungsian saat ini diwarnai dengan tren keluhan kesehatan yang terus meningkat. Banyak dari mereka mulai terserang berbagai penyakit khas pascabencana akibat kelelahan dan penurunan imunitas tubuh.Keluhan yang paling banyak dirasakan warga meliputi gangguan pencernaan, batuk dan pilek, kelelahan fisik yang ekstrem, hingga nyeri otot dan sendi. Dalam kondisi akses obat-obatan yang masih terbatas, kehadiran bantuan medis menjadi sangat krusial."Dalam situasi ini, kehadiran herbal kit darurat menjadi alternatif pendukung yang praktis dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kondisi darurat," jelas Arnila.Selain memberikan bantuan fisik berupa paket herbal, petugas juga memberikan edukasi mendalam mengenai penggunaan obat tradisional tersebut secara rasional, aman, dan sesuai indikasi medis. Tim medis menekankan pentingnya pemahaman bahwa herbal hanyalah terapi pendukung.Edukasi yang diberikan kepada para pengungsi sangat menekankan bahwa pemanfaatan herbal tidak bertujuan untuk menggantikan pengobatan medis secara total.Hal ini terutama berlaku pada kondisi gawat darurat atau penyakit kronis yang memerlukan penanganan khusus dari dokter."Herbal kit darurat yang dibagikan kepada masyarakat, dilengkapi dengan booklet sebagai panduan praktis," kata Arnila menambahkan.Isi dari paket herbal tersebut dipilih secara khusus berdasarkan ketersediaan bahan yang mudah diolah namun memiliki manfaat besar bagi daya tahan tubuh. Beberapa komponen di dalamnya antara lain:* Daun kelor dan teh rosella: Untuk asupan nutrisi dan antioksidan.* Jahe, kunyit, dan temulawak:Untuk mengatasi peradangan dan nyeri sendi.* Serai dan madu:Untuk kehangatan tubuh dan energi tambahan.* Daun sirih: Untuk kebutuhan antiseptik alami.Seluruh tim medis memberikan penjelasan sesuai keahlian masing-masing, mulai dari aspek klinis, langkah promotif-preventif, hingga standar keamanan penggunaan herbal agar tidak menimbulkan efek samping bagi warga.Baca juga: Pulihkan Akses Pascabencana, Jembatan Bailey 40 M Dibangun di Desa Garoga TapselArnila menjelaskan bahwa program pendistribusian ini juga dibarengi dengan pendataan kebutuhan kesehatan masyarakat. Informasi mengenai jenis keluhan yang paling sering muncul pascabanjir akan digunakan sebagai bahan evaluasi tim.Data ini nantinya menjadi dasar untuk penguatan edukasi di masa depan, sehingga masyarakat tahu persis jenis herbal apa yang tepat digunakan sesuai dengan gejala penyakit yang dialami. Upaya ini dilakukan demi membangun kemandirian kesehatan warga di tengah keterbatasan."Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan sehari-hari, khususnya pada situasi darurat dan keterbatasan akses layanan kesehatan," kata Arnila.Dengan adanya panduan buku saku dan paket herbal darurat ini, warga diharapkan mampu melakukan penanganan dini secara mandiri terhadap keluhan-keluhan ringan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari fasilitas kesehatan pemerintah yang sedang dalam tahap pemulihan.


(prf/ega)