Transmigrasi Bertransformasi, Program 5T Jadi Strategi Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi Baru

2026-01-12 03:30:22
Transmigrasi Bertransformasi, Program 5T Jadi Strategi Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi Baru
- Program transmigrasi terus bertransformasi menjadi instrumen strategis pembangunan wilayah dan pemerataan ekonomi nasional.Hal tersebut terungkap dalam talkshow “Kilas Balik Perjalanan Transmigrasi” yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrasn) di Jakarta, Minggu .Dalam talkshow itu para narasumber menegaskan bahwa transmigrasi tidak lagi sekadar perpindahan penduduk, tetapi diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru yang berkeadilan dan berkelanjutan.Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans), Rajumber menjelaskan, transmigrasi memiliki peran historis dan strategis dalam pembangunan nasional.Baca juga: Kementrans Dukung UGM Percepat Inovasi Pengembangan Ekonomi di Kawasan TransmigrasiPada zaman kolonial, transmigrasi memungkinkan perpindahan transmigran dari Pulau Jawa ke luar Jawa. Saat itu, perkembangan industrialisasi di luar Pulau Jawa dikembangkan secara besar-besaran sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja.“Transmigrasi merupakan program pemerataan penduduk sekaligus menjadikan persatuan dan kesatuan seluruh wilayah,” ujar Rajumber dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu .Rajumber menilai, tantangan transmigrasi saat ini tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial di daerah tujuan. Resistensi sebagian masyarakat lokal muncul akibat ketimpangan dan persepsi yang belum sepenuhnya utuh terhadap tujuan program transmigrasi.Menurutnya, ketika Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terbentuk, sebagian masyarakat menolak. Ini disebabkan ketimpangan sehingga menyebabkan kecemburuan sosial. Karena itu, transformasi kebijakan menjadi kunci untuk menjawab tantangan tersebut.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir Sumatera“Saat ini, program transmigrasi tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.Transformasi tersebut, kata Rajumber, diwujudkan melalui pendekatan Program 5T, yaitu Trans Tuntas, Trans Karya Nusa, Trans Lokal, Trans Patriot, dan Trans Gotong Royong.Program tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan atau isu strategis. Ke depan, pembangunan transmigrasi juga dilakukan berbasis kawasan yang terintegrasi.“Pembangunan transmigrasi ke depan berbasis kawasan. Ada 154 kawasan transmigrasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.Selain infrastruktur dasar, aspek pendidikan juga menjadi perhatian utama untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi.Baca juga: Menuju 100 Persen, Kementerian Transmigrasi Tuntaskan 48 Persen Sertifikasi dari 14.000 Bidang Tanah“Soal pendidikan anak, kebijakan menteri transmigrasi sangat tepat ketika dapat diterapkan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Karena itu, ekosistem pendidikan menjadi prioritas yang harus diperhatikan,” kata Rajumber.Dalam kesempatan yang sama, praktisi ketransmigrasian, Mirwanto, menyoroti pentingnya mengembalikan esensi transmigrasi sebagai program keadilan sosial yang berorientasi jangka panjang.


(prf/ega)