Pemda Akui Lokasi Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Nduga Hanya Diakses melalui Udara, Butuh Bantuan Logistik dan Helikopter

2026-01-16 10:17:37
Pemda Akui Lokasi Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Nduga Hanya Diakses melalui Udara, Butuh Bantuan Logistik dan Helikopter
NDUGA, - Pemerintah Kabupaten Nduga mengonfirmasi bahwa lokasi pencarian korban banjir dan longsor hanya dapat diakses melalui jalur udara.Hal ini diungkapkan Ketua Tim Penanganan Bencana Alam Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Selasa .Menurut Otomi, banjir dan longsor yang terjadi pada 1 November 2025 mengakibatkan 15 korban dinyatakan hilang di Distrik Dal dan 8 korban di Distrik Mebarok."Kondisi di lapangan, terutama lokasi pencarian korban banjir dan longsor di dua distrik ini sangat sulit, karena lokasinya hanya bisa ditempuh menggunakan jalur udara," ungkapnya.Baca juga: 10 Jenazah Korban Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Nduga Telah Ditemukan, Masih Tersisa 13 KorbanIa menambahkan bahwa untuk mencapai lokasi pencarian, pihaknya membutuhkan dukungan transportasi udara agar tim pencarian dapat melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga terdapat korban yang hanyut terbawa banjir dan tertimbun longsor."Kami butuh dukungan pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat, untuk bantuan transportasi berupa helikopter untuk evakuasi korban dan mengangkut logistik makanan ke lokasi pencarian dan warga yang terdampak banjir dan longsor," jelasnya.Meskipun mengalami keterbatasan fasilitas, Otomi menegaskan bahwa Pemda Kabupaten Nduga bersama masyarakat dan keluarga korban tetap berkomitmen melakukan pencarian korban yang belum ditemukan."Kami tim bersama masyarakat setempat dan keluarga korban masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan pasca banjir dan longsor di sepanjang Sungai Kenyam," ujarnya.Baca juga: Tragedi Banjir Nduga: Lagi, 4 Korban Ditemukan Tewas, 14 Masih HilangSebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat banjir dan longsor yang terjadi di Distrik Dal dan Mebarok, yang mengakibatkan 23 warga hilang.Pemda Nduga bersama warga setempat dan keluarga korban telah melakukan upaya pencarian dan berhasil menemukan 10 jenazah.Saat ini, masih tersisa 13 orang yang belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 09:30