Di Depan Para Bankir, Nusron Jamin Sertifikat Elektronik Anti Pemalsuan

2026-02-08 18:02:54
Di Depan Para Bankir, Nusron Jamin Sertifikat Elektronik Anti Pemalsuan
JAKARTA, - Transformasi digital di sektor pertanahan yang digagas oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tidak hanya bertujuan melayani masyarakat, tetapi juga menjadi solusi krusial bagi industri keuangan.Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Digitalisasi Dokumen Pertanahan bagi Industri Perbankan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa Sertifikat Elektronik adalah langkah strategis untuk menunjang likuiditas dan kepercayaan di sektor perbankan.Baca juga: Rawan Tumpang Tindih, Sertifikat Tanah 1961-1997 Harus Diperbarui“Sertifikat Elektronik memastikan data pertanahan lebih akurat, mudah ditelusuri, dan terlindungi. Hal ini membantu industri perbankan dalam melakukan pengecekan dan pembuktian jaminan secara cepat dan terpercaya,” tutur Nusron, di Jakarta, Senin .Sertifikat tanah elektronik dirancang untuk memecahkan masalah klasik yang dihadapi perbankan dan lembaga pembiayaan, risiko pemalsuan dokumen fisik dan lambatnya proses verifikasi.Data pertanahan yang tersimpan secara digital dalam basis data nasional dapat diverifikasi secara real-time.Baca juga: Kenapa Sertifikat Tanah Terbitan Lama Rawan Tumpang Tindih?Hal ini memangkas waktu proses Hak Tanggungan atau pengikatan jaminan properti untuk kredit dari hitungan hari menjadi lebih cepat.Kemudian, dokumen elektronik minim risiko kerusakan, hilang, atau manipulasi fisik yang sering terjadi pada sertifikat konvensional.Nusron juga menjamin bahwa transformasi digital ini dilakukan bertahap, terukur, dan mengedepankan kepastian hukum untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan keamanan bagi lembaga keuangan.FGD ini menjadi ruang sinkronisasi penting antara ATR/BPN, OJK, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.Hal ini menunjukkan bahwa implementasi Sertifikat Elektronik memerlukan dukungan kolektif agar sistem dapat terintegrasi mulus.Baca juga: Mengenal HGB, Sertifikat yang Dimiliki JK dalam Kasus Sengketa Lahan di MakassarMemberikan pemahaman menyeluruh mengenai manfaat Sertifikat Elektronik, alur verifikasi digital, serta integrasi data yang mendukung proses Hak Tanggungan.Kehadiran Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan dukungan penuh otoritas dan legislatif terhadap transformasi ini.Nusron berharap kolaborasi ini akan menciptakan sistem pertanahan yang modern, aman, dan berdaya dukung kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional, dengan menjadikan properti sebagai aset jaminan yang jauh lebih likuid dan reliable bagi perbankan.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-08 16:29