SURABAYA, - Konferensi Islam Internasional atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) digelar di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Rabu .Konferensi dihadiri delegasi dari berbagai negara, seperti Somalia, Sudan, Turki, Gambia, Libya, Nigeria, Malaysia, Thailand, dan Pakistan.Dalam konferensi tersebut, dibacakan deklarasi Piagam Surabaya yang menawarkan Islam Indonesia sebagai pilar sosial kemasyarakatan untuk mencapai perdamaian dunia.Menteri Agama RI Nasarudin Umar menyampaikan, Islam Indonesia ditawarkan atas kondisi geopolitik global yang sedang carut marut akibat perang."Perang Ukraina-Rusia, Palestina-Israel, serta perang saudara di Sudan telah mengorbankan ribuan nyawa manusia," katanya.Baca juga: Menag: Tanpa Kerukunan Tak Mungkin Ada Kebahagiaan, Kejayaan dan KedaulatanIndonesia, menurutnya, terus mengampanyekan perdamaian dunia sejak merdeka pada 1945."Hal itu tidak lepas dari ajaran agama Islam di Indonesia yang terus mengajarkan moderasi, toleransi, dan anti kekerasan," ujar dia. Menurut Menag, sudah saatnya Islam Indonesia yang ramah dan toleran diperhitungkan di kancah dunia yang masih gagap menyikapi perbedaan."Piagam Surabaya atau Surabaya Charter ini menawarkan dan mempromosikan konsep Islam Indonesia agar menjadi inspirasi dan diadopsi oleh negara-negara di dunia agar tercipta perdamaian dunia," kata Nasarudin. Dalam naskah piagam juga disinggung bahwa Islam Indonesia yang ramah, moderat dan toleran didukung oleh nilai-nilai luhur pendidikan pesantren.Pesantren disebut mengajarkan tradisi keilmuan dan budaya keagamaan yang menghargai nilai kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.Baca juga: Menag Cosplay Mirip Bung Karno saat Gowes Hari Guru, Tak Lupa Pekikan MerdekaBerikut 6 point isi Piagam Surabaya yang dibacakan dalam forum Konfrensi Islam Internasional di Surabaya :1. Mengevaluasi tata hubungan dunia akibat carut marut geopolitik global yang berujung kepada berbagai perang, konflik, dan pertikaian dengan menjadikan Islam Indonesia sebagai inspirasi untuk mengatasi perbedaan dan ketidaksetujuan.2. Mendorong Islam Indonesia yang didukung oleh nilai-nilai luhur pesantren sebagai pilar social kemasyarakatan yang memiliki tradisi keilmuan dan budaya keagamaan yang toleran, damai dan menghargai kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.3. Mempromosikan pendidikan pesantren yang mengintegrasikan antara keilmuan dan sikap keberagamaan yang ramah pada perbedaan dan telah menghasilkan santri yang memiliki komitmen terhadap toleransi, harmoni dan perdamaian dalam kehidupan.Baca juga: Demi Keadilan Sosial, Menag Dorong UU Guru dan Dosen Direvisi4. Mengarusutamakan Islam wasatiyah yang berbasis akhlaqul karimah sebagai ajaran utama pesantren sebagai solusi atas konflik global yang mengancam human dignity/ marwah kemanusiaan.5. Melakukan internasionalisasi pemikiran dan karya ulama pesantren yang merefleksikan semangat harmoni dan sikap ramah terhadap perbedaan, seperti konsep tiga tingkatan ukhuwah (Islamiyah, wataniyah dan basyariyah).6. Memperkuat penyebaran/syiar Islam Indonesia melalui fasilitasi pertukaran/residensi tokoh agama dunia di komunitas pesantren guna terciptanya internalisasi nilai harmoni dan sikap ramah teradap perbedaan.
(prf/ega)
Konferensi Islam Internasional Hasilkan Piagam Surabaya, Tawarkan Ajaran Islam Indonesia untuk Perdamaian Dunia
2026-01-12 06:37:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:46
| 2026-01-12 12:45
| 2026-01-12 12:13
| 2026-01-12 11:36
| 2026-01-12 10:54










































