Kisah Zubaidah, Guru SDN Simu Sumbawa Atasi Keterbatasan Teknologi di Desa dengan Inovasi Pembelajaran

2026-01-12 02:20:14
Kisah Zubaidah, Guru SDN Simu Sumbawa Atasi Keterbatasan Teknologi di Desa dengan Inovasi Pembelajaran
SUMBAWA, - Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan sosial, Zubaidah, seorang guru di SDN Simu, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berupaya memberikan pendidikan bermakna bagi murid-muridnya.Sejak menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun 2022, perempuan berusia 34 tahun ini tak pernah berhenti berinovasi.Zubaidah, yang sebelumnya pernah mengajar sebagai guru honorer di SDIT Samawa Cendekia Sumbawa selama empat tahun menghadapi berbagai tantangan di SDN Simu.Salah satunya adalah keterbatasan akses teknologi."Tidak semua anak punya Hp dan ada juga Hp siswa yang tidak support karena spesifikasi Hp kecil," kisah Zubaidah saat dikonfirmasi Kamis .Baca juga: Kisah Asmiati Mengabdi Jadi Guru di Pedalaman, Pernah Jatuh ke Jurang hingga Tinggal di Kelas dengan Sekat GordenKondisi ini membuat Zubaidah kesulitan menerapkan pembelajaran interaktif melalui aplikasi edukasi di ponsel.Selain itu, dukungan dari orang tua juga belum maksimal, terutama karena sebagian menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) dan tingkat ekonomi menengah ke bawah.Meski sebagian kecil wali murid juga mulai memiliki inisiatif untuk berkolaborasi dengan guru tapi itu belum cukup."Saya mengajar kelas 4. Numerasi alhamdulillah lancar karena saya kaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sementara literasi yang perlu dukungan lebih banyak, pengulangan materi di rumah," jelasnya.Akses ke perpustakaan yang jauh, sekitar satu jam dari desa mereka, juga menjadi kendala.Namun, keterbatasan tidak menghalangi Zubaidah untuk berkreasi.Guru yang pernah mengenyam pendidikan S2 di Malaysia melalui beasiswa Pemerintah Provinsi NTB ini memanfaatkan buku-buku yang ada di sekolah dan meminta sumbangan buku cerita dari teman-temannya.Baca juga: Potret Perjuangan Guru di Ujung Timur Flores, Mengajar di Kelas Berlumpur, Bocor, dan Tanpa Sinyal"Kami juga membuat video bercerita dan mengadakan program literasi pagi, membaca keras," katanya.Media pembelajaran pun dibuat sendiri untuk mendukung video dan kegiatan membaca cerita.Fasilitas teknologi pembelajaran yang ada di sekolah, seperti chromebook dan papan interaktif, dimanfaatkan secara optimal.


(prf/ega)