Baterai Motor Listrik: SLA, LiFePO4, Lithium Ion, Mana yang Terbaik?

2026-01-14 11:22:50
Baterai Motor Listrik: SLA, LiFePO4, Lithium Ion, Mana yang Terbaik?
JAKARTA, - Motor listrik saat ini sudah mulai memiliki banyak pilihan dan pengguna.Terdapat berbagai merek, termasuk lokal, China, Jepang, dan India, yang digunakan untuk ojek online hingga perjalanan komuter harian.Berdasarkan jenis baterai motor listrik, secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori: SLA, LiFePO4, dan Lithium Ion.Baca juga: Kenapa Ban Belakang Motor Listrik Sulit Diganti? Ini Penjelasannya/FATHAN Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di JakartaKetiga jenis baterai ini digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan.Abdul, pemilik Dolland Electric Motor, bengkel spesialis motor listrik di Jakarta, menjelaskan bahwa baterai SLA, yang mirip dengan aki kering, adalah jenis yang paling murah, paling aman, dan tidak mudah terbakar."Tapi kelemahannya, dia berat dan memakan tempat. Misalnya, ada enam baterai SLA, itu jadi 72 volt tetapi hanya mendapatkan 30 Ah. Bandingkan dengan LiFePO4, ukurannya sama, lebih ringan, dan bisa mencapai 60 Ah," kata Abdul kepada Kompas.com, belum lama ini.Baca juga: Daftar Mobil Matik di Bawah Rp 250 Juta di Akhir Tahun 2025"Karakter baterai SLA adalah saat tarikan awal, voltasenya langsung drop. Makanya terasa agak loyo saat digeber, tetapi ketika sudah jalan, voltasenya naik lagi," tambah Abdul.Kemudian, LiFePO4 atau Lithium Ferrophosphate sebenarnya masih relatif murah dan aman, tidak mudah terbakar.Namun, bobotnya terhitung masih lumayan berat, meskipun dimensinya tidak terlalu memakan tempat."Keunggulan LiFePO4 adalah ketika dipakai, voltasenya stabil. Hanya saja, dia bisa tiba-tiba terjun bebas atau drop saat hampir habis," jelas Abdul.Terakhir, untuk Lithium Ion, keunggulannya adalah benar-benar ringan, bentuknya kecil, kapasitas listriknya besar, dan tenaga lebih padat./DIO DANANJAYA Baterai motor listrik Kupprum URB-XNamun, kelemahannya adalah mudah terbakar jika terkena benturan atau tertusuk, dan apinya sulit dipadamkan."Jika ada benturan keras yang menyebabkan korslet di dalam, baterai bisa terbakar sendiri. Makanya, motor yang menggunakan lithium ion harus dilengkapi casing dari stainless atau material lainnya agar saat terjadi benturan, baterai tidak penyok atau tertusuk," ungkap Abdul.Dimensinya yang ringkas membuat baterai lithium sering digunakan di motor konversi atau balap.Namun, kelemahan lainnya adalah saat digunakan, voltasenya terus turun, tidak seperti LiFePO4 yang stabil."Nanti ketika sudah di bawah 50 persen, tenaga sudah mulai berkurang. Berbeda dengan LiFePO4 yang stabil," kata Abdul.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-14 10:03