Cerita di Balik Bocah SD Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Tiap Hari

2026-02-04 07:29:56
Cerita di Balik Bocah SD Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Tiap Hari
Viral siswa SD naik KRL dari stasiun dekat rumahnya di Parung Jaya, Kota Tangerang, untuk berangkat sekolah sendirian menuju Klender, Jakarta Timur. Bocah SD itu disebut harus berangkat subuh-subuh setiap hari.Dirangkum detikcom, Selasa (25/11/2025), bocah SD itu bernama Hafitar. Dalam video yang beredar, Hafitar berseragam merah-putih menaiki KRL dari Tangerang menuju Stasiun Klender untuk berangkat sekolah.Gelagatnya tak tampak seperti anak kecil pada umumnya. Dia terlihat seperti pekerja dewasa yang biasa pulang-pergi menggunakan KRL.Seragam merah-putih yang dipakainya begitu mencolok di antara para calon penumpang yang sedang menunggu kereta di peron stasiun.Untuk mencapai sekolahnya di Jakarta Timur, Hafitar harus berangkat subuh-subuh seperti orang dewasa yang hendak bekerja. Dari stasiun dekat rumahnya, Hafitar harus transit di Stasiun Tanah Abang lalu pindah KRL ke arah Stasiun Klender.Jika ditotal, Hafitar harus menghabiskan waktu hampir 2 jam di perjalanan untuk menuju sekolahnya setiap pagi. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, menjelaskan awal mula Hafitar harus menempuh perjalanan jauh untuk sekolah. Menurutnya, Hafitar sebelumnya tinggal bersama ibunya di Kampung Sumur, Klender, tak jauh dari sekolah.Namun, situasi berubah ketika ayahnya meninggal dunia dan ibunya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di wilayah Tangerang."Ayahnya meninggal lima tahun lalu, jadi ibunya harus bekerja. Pekerjaan itu baru dapat September kemarin. Karena mereka ngontrak di Klender, mau tidak mau anak ini ikut ibunya tinggal di Tangerang," kata Farida saat dihubungi, Senin (24/11).Di awal kepindahan, sang ibu masih mengantar-jemput Hafitar naik KRL setiap hari. Kemudian, setelah merasa anaknya cukup mandiri dan rute perjalanan sudah dipahami, Hafitar mulai dilepas naik KRL sendiri.Hafitar pun dibekali kartu Commuter Line dan JakLingko, bahkan sang ibu sudah berkoordinasi dengan petugas Stasiun Parung Panjang, Tanah Abang, hingga Buaran.Namun perjalanan pulang-pergi sejauh itu membuat pihak sekolah khawatir. Farida mengungkap, jauh sebelum kisah ini viral, pihaknya sudah menyarankan perpindahan sekolah pada semester kedua. Tapi Hafitar menolak karena sudah merasa nyaman."Dia nggak mau pindah sekolah. Katanya gurunya baik-baik, teman-temannya juga. Ibunya juga nyaman dengan lingkungan orang tua murid di sini," ucapnya.Tak hanya itu, sejumlah guru dan orang tua murid bahkan menawarkan tempat tinggal sementara bagi Hafitar. Namun, tawaran itu selalu ditolak sang ibu."Setelah viral, kami ambil inisiatif merawat Hafitar bersama. Hari Minggu kemarin dia akhirnya bersedia tinggal di rumah salah satu teman sekolahnya," ungkap Farida.Pemindahan itu dilakukan setelah diskusi panjang dengan orang tua Hafitar dan keluarga yang menampung. Farida juga menjelaskan Hafitar kini setiap hari diantar-jemput keluarga temannya. Lebih lanjut, Farida mengungkap Hafitar baru sekitar seminggu berangkat sekolah sendirian naik KRL dari Tangerang ke Jaktim. Belakangan, aksi berani Hafitar itu viral di media sosial."Sejak pindah ke Tangerang bulan September, ibunya masih mengantar-jemput naik KRL. Dilepas benar-benar jalan sendiri itu baru satu minggu, lalu viral," kata Farida.Menurut Farida, ibunya Hafitar sudah menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan anaknya yang menggunakan KRL, mulai dari kartu Commuter Line, kartu JakLingko, hingga berkoordinasi dengan petugas stasiun."Ibunya sudah punya kontak petugas di Parung Panjang, Tanah Abang, sampai Buaran. Semua sudah disiapkan supaya aman," ucapnya.Farida mengatakan Hafitar akan pindah sekolah setelah pembagian rapor. Menurutnya, keputusan itu diambil usai pihak sekolah dan ibunda Hafitar berdiskusi.Menurut Farida, pihak sekolah tak tega dengan kondisi Hafitar yang harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi dan pulang sekolah setiap hari."Karena Hafitar ini kelas 1 dan belum ada penilaian serta rapor, maka pemutasian akan dilakukan setelah pembagian rapor. Itu sekitar dua minggu lagi," kata Farida.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 06:10