Libur Natal 2025, Pantai Slopeng Mulai Ramai meski Tak seperti Dulu

2026-02-04 08:48:41
Libur Natal 2025, Pantai Slopeng Mulai Ramai meski Tak seperti Dulu
SUMENEP, – Memasuki libur Natal 2025, sejumlah wisata bahari di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai ramai dikunjungi wisatawan. Meski demikian, jumlah kunjungan terpantau belum seramai libur panjang pada tahun-tahun sebelumnya.Pantauan Kompas.com di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, sejak pagi hari terlihat peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan hari biasa.Para wisatawan datang secara bertahap bersama keluarga maupun rombongan kecil untuk menikmati hamparan pasir yang menjadi daya tarik utama.“Kalau dibandingkan tahun-tahun lalu, libur Natal sekarang ini memang belum seramai dulu,” kata penjaga Pantai Slopeng, Ek Sugianto, kepada Kompas.com di Sumenep, Kamis .Pria yang akrab disapa Iik ini menduga, berkurangnya jumlah pengunjung salah satunya dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan destinasi wisata buatan dan wahana baru di Kabupaten Sumenep.Baca juga: Catat, 12 Titik Rawan Macet saat Libur Nataru di JatimKehadiran tempat rekreasi baru membuat konsentrasi wisatawan kini terbagi dan tidak hanya terpusat di pantai.“Sekarang kan di Sumenep sudah banyak wisata buatan dan tempat rekreasi baru, jadi pengunjung tidak hanya terpusat di pantai saja,” tambah Iik.Meski kondisi saat ini tergolong landai, Iik tetap optimistis jumlah pengunjung Pantai Slopeng akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.Hal ini mengingat masa libur Natal dan menjelang Tahun Baru 2026 masih cukup panjang.“Ini kan baru hari pertama libur, masih ada sekitar tiga hari ke depan, biasanya pengunjung akan terus bertambah,” ucapnya.Menurut Ek Sugianto, pada momentum libur panjang nasional, Pantai Slopeng biasanya mampu menarik hingga 500 wisatawan setiap harinya.Namun, pada hari pertama libur Natal 2025 ini, jumlah wisatawan yang datang diperkirakan baru menyentuh angka seratusan orang.“Untuk hari ini, perkiraannya baru sekitar 100-an pengunjung yang datang,” ungkap Iik.Selain menikmati panorama alam, para pengunjung yang datang tampak mencoba sejumlah wahana yang tersedia, seperti all terrain vehicle (ATV) hingga wisata naik kuda menyisiri bibir pantai.Pengelola terus bersiaga untuk memastikan kenyamanan para wisatawan lokal yang mendominasi kunjungan hari ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 07:01