Pohon Tumbang di Senayan, Mobil dan Motor Diarahkan ke Jalur TransJ

2026-01-31 11:06:50
Pohon Tumbang di Senayan, Mobil dan Motor Diarahkan ke Jalur TransJ
Pohon besar di Jalan Sisingamangaraja, Senayan, Jakarta Selatan (Jaksel), tumbang siang ini. Pohon yang menimpa mobil dan atap konstruksi MRT ini sudah mulai dievakuasi.Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (20/11/2025) pukul 14.00 WIB, pohon yang tumbang di lajur arah Semanggi itu sedang dievakuasi. Jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan lewat jalur Transjakarta (TransJ).Terlihat adanya beberapa petugas dari beberapa instansi terkait, seperti pasukan oranye atau petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distahut), kepolisian, sreta MRT Jakarta.Para petugas tersebut sedang memotong batang pohon tersebut menjadi beberapa bagian. Pohon tersebut kemudian diangkut ke sejumlah truk yang sudah berada di lokasi.Cuaca di lokasi juga terpantau hujan deras. Namun hal tersebut tidak memengaruhi proses evakuasi pohon tersebut.Sebelumnya, peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekitar pukul 10.28 WIB. Pohon tersebut membuat operasionalisasi MRT dihentikan sementara.Pohon yang berlokasi dekat Bundaran Senayan tersebut tumbang saat tak ada hujan deras disertai angin. Batang pohon tersebut sempat menutup seluruh ruas Jalan Sisingamangaraja arah Semanggi.MRT Jakarta masih mengalami gangguan hingga siang ini. MRT menyebut gangguan operasional disebabkan adanya pohon tumbang di kawasan Senayan."Sehubungan dengan gangguan operasional disebabkan pohon tumbang pada rute transisi dari Stasiun Senayan Mastercard menuju ASEAN yang mengakibatkan padamnya listrik, saat ini MRT Jakarta hanya melayani rute Stasiun Lebak bulus hingga Stasiun Blok M BCA dan rute sebaliknya," tulis akun X MRT Jakarta, dilihat, Kamis (20/11).Saat ini proses pemulihan masih berlangsung. Belum ada informasi terkait kapan penanganan kelistrikan rampung."Pemulihan operasi normal akan kami informasikan kembali hingga proses penanganan diselesaikan," jelasnya.Adapun gangguan MRT Jakarta dilaporkan sekitar pukul 10.30 WIB. Penumpang yang sempat masuk ke rangkaian MRT diminta turun.Tonton juga video "2 Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Depan Kemenkeu"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-31 11:27