Properti Jadi "Engine of Growth", Didorong Sejumlah Insentif

2026-01-16 05:27:59
Properti Jadi
JAKARTA, – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju Visi Indonesia Emas 2045, dengan investasi sebagai penentu utama.Hingga Kuartal III-2025, realisasi investasi nasional telah mencapai Rp 1.434,3 triliun atau 75,3 persen dari target tahunan, didominasi oleh PMDN senilai Rp 789,7 triliun.Sektor Perumahan dan Kawasan Industri menjadi kontributor terbesar ketiga dengan nilai Rp 105,2 triliun. Baca juga: GMTD, Pengembang Properti di Antara Sengketa Lahan JK Vs LippoMenurut Staf Ahli Kementerian Investasi, Ricky Kusmayadi, sektor properti dan konstruksi memiliki multiplier effect yang sangat tinggi, membuka lapangan kerja dan menggerakkan rantai pasok nasional."Untuk itu, Pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui digitalisasi perizinan OSS dan prinsip fiktif positif, menjamin kepastian waktu bagi pelaku usaha, yang merupakan fondasi investasi sehat," ujarnya, Rabu .Di antara yang mendorong pertumbuhan sektor properti adalah Asosiasi Real Estat Indonesia (REI).Organisasi pengembang ini memperkenalkan paradigma “Propertinomic,” yang memandang properti bukan sekadar bisnis, tetapi pengungkit utama perekonomian.Hal ini karena sektor properti dan turunannya menyumbang sekitar 16 persen terhadap PDB nasional senilai Rp 2.300–Rp 2.800 triliun.Baca juga: Permintaan Hunian TOD Melonjak, Akhiri Era Asal Bangun PropertiSelain itu, properti juga menciptakan hingga 19 juta lapangan kerja yang tersebar di lebih dari 185 sektor turunan.Kombinasi PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) hingga 2027, program 3 Juta Rumah, dan digitalisasi perizinan dianggap akan mempercepat ekspansi properti nasional pada 2026.Oleh karena itu, ketika Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pembangunan dan renovasi 3 Juta Unit Rumah hingga 2029, akan menjadi bagian integral dari upaya mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen sekaligus pengentasan kemiskinan.Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan sebesar 9,9 juta rumah tangga dan 26,9 juta rumah tangga tinggal di hunian tidak layak.Baca juga: Properti Bangkit, Brand Furnitur Lokal Ini Buka Gerai Ke-39 di JakartaPemerintah pun telah menggelontorkan FLPP senilai Rp 25,1 triliun untuk 350.000 unit rumah, KUR Perumahan sebesar Rp 130 triliun.Kucuran dana tersbeut dilengkapi insnetif berupa pembebasan BPHTB, retribusi PBG, dan percepatan perizinan maksimal 10 hari bagi MBR.Selain itu, Pemerintah juga kini tengah menggodok skema Rent-to-Own (RTO) bagi pekerja informal, memastikan mereka dapat memiliki rumah melalui pola sewa-beli yang lebih fleksibel.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-16 07:11