BMKG Ungkap Rute Penerbangan yang Berpotensi Terdampak Awan Cumulonimbus Desember, Mana Saja?

2026-01-11 22:47:52
BMKG Ungkap Rute Penerbangan yang Berpotensi Terdampak Awan Cumulonimbus Desember, Mana Saja?
-  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa sebagian wilayah Indonesia akan segera memasuki periode puncak musim hujan.BMKG menyampaikan data ini dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu lalu.Dilansir dari laman resminya, paparan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan BMKG terhadap kesiapan nasional, khususnya di sektor transportasi dan keselamatan publik.Baca juga: Daftar Kereta Jakarta-Yogyakarta PP yang Diskon 30 Persen di Periode Nataru, Apa Saja?Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, dengan kisaran sekitar 300 hingga 500 milimeter per bulan.“Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Sementara itu, sebagian besar wilayah Kalimantan secara klimatologis berada dalam musim hujan sepanjang tahun,” ujarnya.Puncak musim hujan di wilayah Lampung, Bengkulu, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.Sedangkan untuk sebagian besar wilayah Sumatera, kecuali Bengkulu dan Lampung, puncak musim hujannya berlangsung pada Desember 2025.Menurut Faisal, kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan dan penguatan langkah antisipatif menjelang periode libur akhir tahun.Baca juga: Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026, Ini Cara Cek Titik Banjir Pakai HPFaisal mengungkapkan bahwa pada periode Natal dan tahun baru atau Nataru 2025/2026 terdapat sejumlah fenomena atmosfer yang aktif, seperti Monsun Asia, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis.“Pengaruh La Nina lemah dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif turut berperan dalam meningkatkan potensi intensitas curah hujan, khususnya pada minggu kedua Desember 2025 hingga minggu pertama Januari 2026,”tambahnya.Aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin diketahui meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, dan Papua.Sementara itu, MJO berkontribusi pada peningkatan potensi hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, terutama di wilayah Jawa, Kalimantan, serta sebagian Sulawesi dan Papua.Pada periode ini juga terpantau adanya bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia yang terus dimonitor oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) BMKG.BMKG telah menyampaikan imbauan kewaspadaan dini melalui koordinator provinsi atau Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah, khususnya di area yang berpotensi terdampak peningkatan curah hujan, antara lain Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Bengkulu, dan Lampung.Menurut Faisal, informasi tersebut terus diperbarui secara berkala untuk menjaga akurasi prakiraan cuaca.Pada sektor transportasi udara, BMKG juga mendeteksi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang perlu diwaspadai selama periode Nataru.Pada bulan Desember 2025, rute penerbangan yang berisiko terdampak meliputi:Sementara pada Januari 2026, potensi awan Cumulonimbus diprakirakan terjadi di rute penerbangan di sekitar:Kepala BMKG mengimbau masyarakat untuk secara aktif memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi InfoBMKG, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak valid atau hoaks di luar sumber resmi.


(prf/ega)