JAKARTA, - Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem informasi dan koordinasi lintas negara terkait mitigasi banjir di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).Danang mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Krayan, Kaltara, beberapa waktu lalu, dipengaruhi oleh kondisi sungai yang hulunya berada di wilayah Malaysia.Namun, BMKG di daerah tidak dapat mengakses data dari negara tersebut.“Kemarin kami dari Kaltara, komisi ada kunjungan reses ke sana. Ternyata disampaikan di daerah mainland-nya Kaltara, itu di daerah Krayan, di sana itu kebanjiran karena sungai yang berhulu di daerah Malaysia,” kata Danang, dalam rapat kerja Komisi V DPR bersama BMKG dan Basarnas, Selasa .Baca juga: Penipu Kelas Saham Internasional Bikin Rekening Perusahaan Palsu, lalu Dijual ke MalaysiaDia mengatakan, keterbatasan akses data cuaca dan hidrologi dari Malaysia membuat BMKG di Kaltara kesulitan melakukan mitigasi atau menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah hilir.“Yang artinya rekan-rekan BMKG di Kaltara menyampaikan tidak bisa mengakses dari negara tetangga, karena hulunya ada di Malaysia waktu itu sungainya,” kata Danang.Oleh sebab itu, dia meminta BMKG segera menjalin komunikasi dan pertukaran data dengan lembaga meteorologi Malaysia melalui pemerintah pusat.Menurut Danang, mekanisme koordinasi bisa dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri atau langsung antar badan klimatologi.“Mungkin nanti bisa BMKG melalui, entah itu Kementerian Luar Negeri atau apa, nanti bisa menyampaikan ke sana. Atau mungkin karena sama-sama badan klimatologi, bisa halo-halo ke badan sebelah untuk bisa sharing data,” ucap dia.Baca juga: Rapat di DPR, Ariel Noah Disuruh Nyanyi Separuh Aku padahal Sudah Libur 2 TahunDanang menegaskan, akses data dari wilayah hulu sangat penting untuk mengeluarkan peringatan dini banjir bagi masyarakat di Krayan dan wilayah Kaltara lainnya.“Karena bahasanya teman-teman BMKG Kaltara, data yang di negara Malaysia belum bisa diakses, sehingga belum bisa mitigasi untuk memberitahukan di sisi hilirnya yang masuk wilayah Indonesia,” pungkas dia.
(prf/ega)
BMKG Diminta Akses Data Sungai dari Malaysia untuk Mitigasi Banjir di Kaltara
2026-01-12 06:07:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:39
| 2026-01-12 05:57
| 2026-01-12 05:32
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:13










































