Badai Tropis Koto Kini di Vietnam, Tewaskan Tiga Orang-1 Orang Hilang

2026-01-16 04:16:15
Badai Tropis Koto Kini di Vietnam, Tewaskan Tiga Orang-1 Orang Hilang
Badai tropis Koto mulai mendekat ke Vietnam. Badai tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan satu orang hilang ketika angin kencang dan gelombang tinggi menghantam kapal-kapal di lepas pantai Vietnam, yang dilanda banjir.Diketahui, hujan deras telah mengguyur wilayah tengah Vietnam dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya hujan deras itu membanjiri situs-situs bersejarah dan tujuan wisata populer, serta menyebabkan kerugian ratusan juta dolar.Pihak berwenang memerintahkan kapal-kapal untuk mendarat dan mengalihkan puluhan penerbangan karena Koto menimbulkan gelombang besar dan angin kencang yang berbahaya.Sementara itu, dilaporkan sebanyak dua kapal tenggelam di laut lepas, yaitu sebuah kapal penangkap ikan di provinsi Khanh Hoa dan sebuah rakit yang lebih kecil di Lam Dong juga tenggelam, menurut kementerian lingkungan hidup. Kementerian tersebut menyatakan total tiga orang tewas dan pihak berwenang masih mencari korban keempat.Badai tropis Koto kini berada lebih dari 300 kilometer (185 mil) dari lepas pantai pada Minggu pagi, setelah diturunkan statusnya dari topan menjadi badai tropis.Biro cuaca Vietnam menyatakan badai bergerak lambat dan diperkirakan akan melemah lebih lanjut sebelum menghantam pantai pada minggu depan.Badan ini memperkirakan hujan hingga 150 milimeter (enam inci) pada hari Selasa dan Rabu dari Hue hingga Khanh Hoa -- wilayah yang baru saja pulih dari banjir bersejarah.Vietnam berada di salah satu wilayah siklon tropis paling aktif di Bumi dan biasanya dilanda 10 topan atau badai setiap tahun, tetapi Koto adalah yang ke-15 pada tahun 2025.Bencana alam telah menyebabkan lebih dari 400 orang tewas atau hilang pada tahun ini di Vietnam. Selain itu bencana alam juga menyebabkan kerugian lebih dari $3 miliar, menurut kantor statistik nasional.Negara Asia Tenggara ini rentan terhadap hujan lebat antara bulan Juni dan September, tetapi para ilmuwan telah mengidentifikasi pola perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia yang membuat cuaca ekstrem lebih sering terjadi dan merusak.Lihat juga Video: Imbas Topan Kalmaegi, Bangkai Kapal Abad ke-14 Muncul di Pantai Vietnam[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 03:06