PM Finlandia Minta Maaf ke Jepang, China, dan Korsel, Buntut Unggahan Foto Rasis Parlemen

2026-01-15 02:21:14
PM Finlandia Minta Maaf ke Jepang, China, dan Korsel, Buntut Unggahan Foto Rasis Parlemen
HELSINKI, – Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo pada Rabu menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jepang, China, dan Korea Selatan setelah sejumlah anggota parlemen memicu kemarahan publik lewat unggahan media sosial bernuansa rasis.Para politikus itu mengunggah foto diri mereka dengan menarik sudut mata, gestur yang secara luas dipandang sebagai penghinaan terhadap masyarakat Asia Timur.Insiden ini menimbulkan reaksi internasional dan berdampak pada citra Finlandia di luar negeri. Pemerintah menegaskan tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai maupun posisi resmi negara.Baca juga: Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuh Dekat Finlandia, Dua Awak TewasPara anggota parlemen tersebut berasal dari Finns Party, partai populis yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan sayap kanan.Dalam unggahan yang beredar, mereka terlihat menarik sudut mata—gestur yang banyak pihak nilai sebagai rasis terhadap orang Asia Timur.Para politikus itu mengeklaim foto-foto tersebut diunggah sebagai bentuk dukungan kepada Miss Finland 2025, Sarah Dzafce, yang pekan lalu dicopot gelarnya setelah mengunggah gambar serupa pada November.Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosial Kedutaan Besar Finlandia di Jepang, China, dan Korea Selatan, Petteri Orpo menyampaikan permohonan maaf.“Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas unggahan media sosial yang menyinggung perasaan yang dilakukan oleh individu anggota parlemen,” kata Orpo.Ia menegaskan, “Unggahan-unggahan tersebut tidak mencerminkan nilai Finlandia tentang kesetaraan dan inklusi,” seraya menambahkan bahwa “rasisme dan diskriminasi tidak memiliki tempat dalam masyarakat Finlandia.”Baca juga: Susul Perancis dan Inggris, Finlandia Siap Akui PalestinaKantor Perdana Menteri juga mengatakan kepada AFP bahwa Orpo ingin menekankan perilaku ketiganya “tidak mewakili posisi Finlandia.”Penyiar publik Yle melaporkan bahwa sebuah perusahaan produksi televisi Finlandia menangguhkan proyek kolaborasi di Jepang akibat kontroversi tersebut.Maskapai nasional Finnair juga menyatakan merek mereka terdampak secara negatif.Kelompok parlemen Finns Party dijadwalkan bertemu pada Kamis untuk membahas kemungkinan sanksi terhadap para anggota tersebut.Diketahui, Pemerintahan Finlandia yang berkuasa sejak 2023 memang beberapa kali diguncang insiden pernyataan provokatif dari anggota Finns Party.Pada Agustus lalu, seorang anggota parlemen dari partai yang sama bahkan menyebut para imigran telah mengubah Finlandia menjadi “kandang babi.”Baca juga: Anggota Wakil Rakyat Finlandia Meninggal di Gedung Parlemen, Penyebab Masih Misteri


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 01:54