JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memulihkan konektivitas di Bireuen, Aceh, pasca banjir dan longsor dengan pemasangan jembatan bailey di Awe Geutah.Saat ini, pemasangan Jembatan Bailey pada jalur alternatif tersebut sedang berlangsung, dengan target penyelesaian 14 Desember 2025.Secara pararel, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh juga melakukan penanganan pada jembatan eksisting Krueng Tingkeum untuk pemasangan jembatan bailey.Selanjutnya penanganan juga dilakukan pada ruas Jalan Kota Bireuen-Batas Bireuen/Bener Meriah yang terputus terjadi akibat kerusakan pada oprit Jembatan Teupin Mane.Baca juga: Hingga Kini, 117 Alat Berat Dikerahkan Tangani Dampak Banjir SumateraKementerian PU tengah melakukan penimbunan oprit dan pemasangan jembatan bailey dengan target penyelesaian 15 Desember 2025.Untuk di ruas Jalan Batas Bireuen/Bener Meriah–Batas Bener Meriah/Aceh Tengah tercatat ada 6 titik jembatan putus serta longsor dan amblas badan jalan.Setelah Jembatan Teupin Mane selesai, penanganan akan dilanjutkan dengan pemasangan jembatan bailey pada titik-titik putus lainnya, dengan target penyelesaian bertahap hingga 30 Desember 2025.Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan konektivitas merupakan urat nadi pemulihan wilayah pasca bencana.“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda sejak awal untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata dia dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Komentar Menteri PU soal Satgas Darurat Jembatan Bentukan PresidenBerdasarkan data penanganan pasca bencana di Provinsi Aceh per 8 Desember 2025, pemulihan jembatan penghubung di ruas strategis Bireuen yang terdampak cukup parah dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh pada ruas Jalan Kota Bireuen-Batas Bireuen/Aceh Utara.Akses ini sempat terputus akibat runtuhnya satu bentang Jembatan Krueng Tingkeum/Kuta Blang. Kementerian PU memastikan bahwa sebagian besar ruas jalan nasional di Provinsi Aceh saat ini telah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan setelah penanganan cepat pascabencana.Ruas Banda Aceh–Meureudu kini telah kembali terhubung, sementara ruas Lhokseumawe/Aceh Utara–Kota Langsa sudah dapat dilalui dan masih dalam tahap pembersihan sedimen yang ditargetkan rampung pada 10 Desember 2025. Kemudian ruas Kota Langsa–Kuala Simpang juga telah dibersihkan dengan target penyelesaian 9 Desember 2025.Selanjutnya, ruas Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara telah dapat dilalui seluruh jenis kendaraan dan bersifat fungsional dengan terus dilakukan pembersihan material lumpur serta kayu. Selain itu, ruas Simpang Uning (Takengon)–Uwaq–Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan tengah dibuka untuk akses kendaraan roda empat dengan target 15 Desember 2025.Ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara juga sudah dapat dilalui secara fungsional. Baca juga: Jembatan Teodhae Putus Akibat Banjir Bandang, Diganti Tipe BaileyTerakhir ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya juga telah terhubung untuk kendaraan roda dua, sedangkan akses dari arah Nagan Raya menuju Jembatan Krueng Beutong masih dalam tahap perbaikan dengan target penyelesaian 17 Desember 2025."Kementerian PU terus bekerja secara progresif hingga seluruh akses vital di Aceh pulih sepenuhnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan, ketepatan teknis, dan kecepatan layanan bagi masyarakat terdampak," tukas Dody.
(prf/ega)
Percepat Pemulihan Konektivitas Bireuen, Jembatan Bailey Dipasang
2026-01-12 03:06:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:59
| 2026-01-12 01:59
| 2026-01-12 01:48
| 2026-01-12 01:28










































