Dua Proyek di Papua dan Jakarta Genapi Kontrak Baru WIKA Rp 678 Miliar

2026-01-12 05:46:50
Dua Proyek di Papua dan Jakarta Genapi Kontrak Baru WIKA Rp 678 Miliar
JAKARTA, KOMPAS.cm - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur vital nasional, terutama di sektor Sumber Daya Air (SDA).Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan dua kontrak baru yang memiliki nilai strategis tinggi di dua wilayah, pengendalian banjir di kawasan pertanian Papua Selatan dan penguatan distribusi air minum di metropolitan Jakarta Barat.Baca juga: Beban Ganda Whoosh: Dirut WIKA Akui Eksposur Utang Rp 6,1 TriliunMelalui dua proyek dengan total nilai kontrak mencapai Rp 678 miliar, ini WIKA membuktikan kapasitasnya dalam menghadirkan solusi konstruksi yang adaptif terhadap kebutuhan spesifik regional, mulai dari ketahanan pangan hingga layanan dasar perkotaan.Di ujung timur Indonesia, WIKA dipercaya menggarap Proyek Pembangunan Infrastruktur Pengendalian Banjir pada KSPP Kabupaten Merauke (Paket 2) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dengan nilai kontrak Rp 511 miliar.Proyek ini sangat krusial karena Distrik Ilwayab, yang memiliki karakteristik lahan datar dan area rawa, rentan terhadap banjir musiman yang selama ini menghambat aktivitas sosial dan produktivitas lahan.Infrastruktur pengendalian air ini menjadi tulang punggung bagi Program Intensifikasi Pertanian di Sentra Produksi Pangan Merauke.Baca juga: Pendapatan WIKA Beton Rp 2,5 Trilliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan BaruLingkup pekerjaan WIKA mencakup pembangunan Tanggul Pengaman dan Saluran Pengendali Banjir, hingga Bangunan Air Utama seperti bendung dan pintu air.Yang menarik, seluruh infrastruktur dirancang dengan pendekatan irigasi modern, termasuk pemanfaatan sistem pompa dan instalasi pintu air berteknologi sensor hidrologi.Teknologi ini memastikan pengendalian debit air berlangsung akurat sesuai kondisi setempat, mengamankan permukiman warga sekaligus menjaga jaringan irigasi rawa agar dapat berproduksi secara optimal.Di sisi lain, WIKA juga dipercaya untuk proyek Reservoir DC Semanan Sistem Hilir SPAM Regional Karian–Serpong Paket 1 di Jakarta Barat senilai Rp 167 miliar. Proyek ini merupakan urat nadi distribusi air bersih masa depan di ibu kota.Pekerjaan WIKA mencakup pembangunan reservoir berkapasitas besar 8.500 meter kubik, jaringan perpipaan, rumah pompa, dan integrasi sistem mekanikal–elektrikal serta SCADA, dengan masa pelaksanaan 600 hari kalender.Baca juga: WIKA Raup Kontrak Baru Rp 6,19 Triliun, Didominasi Industri Penunjang KonstruksiReservoir DC Semanan akan menjadi tulang punggung distribusi air dari IPA Semanan (yang direncanakan beroperasi pada 2026–2027) untuk dua area pelayanan PAM JAYA, yaitu DMA Semanan 3 dan DMA Meruya Utara 1.Pembangunan infrastruktur ini menjadi upaya nyata untuk mengejar target ambisius Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yaitu peningkatan akses air minum aman menjadi 43 persen pada tahun 2029.Mengingat capaian nasional saat ini baru berada di 20,49 persen (SKAM-RT 2023), infrastruktur pendukung seperti DC Semanan sangat dibutuhkan untuk mengejar gap penyediaan sebesar 22,51 persen.Baca juga: Kontrak Baru WIKA Tembus Rp 5,24 Triliun, Industri Penunjang DominanDirektur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menegaskan bahwa kedua proyek yang lokasinya berjauhan ini, dari pesisir Papua hingga jantung Jakarta, menjadi bukti komitmen WIKA dalam menghadirkan solusi konstruksi yang tangguh dan berkelanjutan."Proyek-proyek sumber daya air ini memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan, kualitas hidup, dan keberlanjutan kawasan, sekaligus mempertegas kapasitas WIKA dalam mendukung pembangunan nasional di berbagai skala dan kondisi geografis," tuntas Agung, dikutip Kompas.com, Senin .


(prf/ega)