JAKARTA, - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada aktivis buruh, Marsinah pada Senin .Penganugerahan terhadap Marsinah harus diikuti oleh pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan buruh, baik dari sisi perlindungan kerja maupun perbaikan kualitas upah yang selama 10 tahun.Pemerintah, kata Rusdi, harus melakukan reformasi jaminan sosial untuk kelompok buruh, dimulai dengan mewujudkan kesehatan gratis dan menghadirkan program pesangon untuk pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK)."PKS berharap penghargaan ini tidak berhenti disini, penghargaan terhadap buruh harus dilanjutkan dengan meningkatkan kesejahteraan buruh," ujar Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhammad Rusdi dalam keterangannya, Selasa .Baca juga: Mengenal Marsinah, Aktivis Buruh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan NasionalAdapun penganugerahaan ini juga menjadi penghargaan bagi para aktivis buruh dan serikat buruh yang selama ini dipersepsikan negatif."Gelar kepahlawanan bagi Marsinah adalah pengakuan dari negara kepada kaum buruh, bahwasanya buruh walaupun dianggap kelompok marginal namun juga telah berkontribusi besar bagi negara," ujar Rusdi.Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan gelar pahlawan nasional kepada aktivis buruh, Marsinah. Namanya ditetapkan menjadi pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan.Pemberian gelar ini dilakukan Prabowo kepada ahli waris Marsinah di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Natalius Pigai Serahkan Penuntasan Kasus Marsinah ke Komnas HAM dan PolriPenganugerahan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025Dalam proses pemberian gelar pahlawan ini, narator di Istana menyebutkan Marsinah sebagai simbol keberanian, moral, dan perjuangan hak asasi manusia (HAM)."Pahlawan bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Marsinah adalah simbol keberanian, moral, dan perjuangan HAM dari kalangan rakyat biasa," ujar narator di Istana.Baca juga: Nama Marsinah Diabadikan di Kementerian HAM, Pengakuan Atas Keberaniannya(/KRISTIANTO PURNOMO) Aksi teatrikan bercerita tentang Marsinah memeriahkan May Day Fiesta dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di Istora Senayan Jakarta, Senin . Ribuan buruh turun ke jalan menyampaikan aspirasinya.Marsinah adalah buruh wanita asal Nganjuk, Jawa Timur. Dia bekerja sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.Diberitakan Harian Kompas, 28 Juni 2000, Marsinah lahir pada 10 April 1969. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan, Marsini kakaknya dan Wijiati adiknya.Marsinah merupakan anak dari pasangan Astin dan Sumini di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.Nama Marsinah mulai dikenal publik berawal pada 3-4 Mei 1993, saat buruh pabrik pembuatan arloji, PT Catur Putra Surya (CPS), menuntut pemenuhan hak mereka.
(prf/ega)
Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah Harus Diikuti Peningkatan Kesejahteraan Buruh
2026-01-11 03:47:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:32
| 2026-01-11 03:30
| 2026-01-11 03:13
| 2026-01-11 01:51
| 2026-01-11 01:46










































