PTDI Siapkan Pesanan 3 Unit Pesawat N219, Untuk Angkut Hasil Laut dari Bali Utara

2026-01-11 16:32:39
PTDI Siapkan Pesanan 3 Unit Pesawat N219, Untuk Angkut Hasil Laut dari Bali Utara
BANDUNG, - PT Dirgantara Indonesia (DI) mendapat pesanan tiga unit pesawat N219 dari PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU).Nota kesepemahaman pemesanan tiga unit Pesawat N219 tersebut ditandatangani oleh masing-masing perwakilan di Hanggar Aircraft Services (ACS), PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa .Dari PTDI diwakili Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Mohammad Arif Faisal dan dari PT BIBU diwakili  Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Adiatmoko Hariwibowo. PT BIBU Panji Sakti merupakan salah satu Perusahaan swasta berbasis di Bali.Baca juga: Dedi Mulyadi Ingin PTDI dan Pindad Pindah ke Kertajati, Ini AlasannyaPerusahaan tersebut saat ini juga tengah mempersiapkan pengembangan aktivitas penangkapan dan pengolahan hasil laut yang membutuhkan fasilitas distribusi udara. Tiga pesawat N219 buatan PTDI tersebut nantinya akan mengadopsi spesifikasi kargo untuk mengangkut komoditas hasil laut Bali Utara bernilai tinggi seperti lobster, ikan, udang hingga kepiting ke beberapa wilayah di Indonesia. "Untuk penandatanganan kontraknya akhir tahun ini. Kita mulai dengan 3 unit pesawat dulu. Tujuannya untuk memperpendek rantai logistik dari laut di sekitar Indonesia timur atau kita bawa langsung ke ekspor," ujar Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Adiatmoko Hariwibowo, Selasa siang. Baca juga: Relokasi PTDI ke BIJB Kertajati, Dedi Mulyadi: Bisa Hilangkan Biaya bagi PemprovErwanto menambahkan, tiga unit pesawat kargo N219 diharapkan bisa meningkatkan distribusi. Selain itu ia berharap bisa meminimalisir risiko turunnya kualitas hasil laut Bali Utara yang selama ini menjadi komoditas utama bernilai tinggi. Sebab, selama ini komoditas hasil laut tersebut dikirim dengan menggunakan penerbangan reguler. "Kendala yang selama ini kami hadapi, kalau terjadi cancel flight atau ada delay flight," jelasnya. Apalagi dengan komoditas mereka yang hidup akan berisiko tinggi. Baca juga: Relokasi PTDI ke Bandara Kertajati, Dedi Mulyadi: Bisa Ramaikan Komersial dan Hilangkan Biaya"kalau delay bisa mati, bisa lemes maka kerugiannya akan besar," ujarnya. Dengan pesawat khusus dari PTDI ini maka distribusi tidak akan lagi tergantung pada jadwal penerbangan umum yang regular."Kita akan jemput khusus, waktunya bisa kita tentukan dan juga untuk teknik pengiriman juga kita akan siapkan semua di airport," tuturnya. 


(prf/ega)