BERITA FOTO: Jejak Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus Banjir Sumatera

2026-01-11 22:11:59
BERITA FOTO: Jejak Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus Banjir Sumatera
- Ribuan kayu gelondongan baru-baru ini muncul di areal pemukiman warga, pantai, dan sejumlah daerah lainnya usai banjir menerjang Sumatera, tepatnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Asal muasal tumpukan kayu gelondongan akibat banjir Sumatera tersebut hingga kini belum diketahui jelas.Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sudah menerjunkan tim untuk mengungkap misteri kayu gelondongan yang ditampakkan oleh banjir Sumatera tersebut.Baca juga: BERITA FOTO: Warga Padati SPBU di Aceh, Antrean BBM MengularANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu . Akses penghubung Desa Tanjung Karang dan Desa Menang Gini yang sempat tertutup tumpukan kayu gelondongan akhirnya bisa terbuka usai pemerintah mengerahkan alat berat untuk pembersihan sehingga mobilitas masyarakat, termasuk distribusi bantuan menjadi bisa dilakukan. Selain ada bekas gergaji, tumpukan kayu tersebut di antaranya juga terdapat stiker Kemenhut.Namun, Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan di Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kemenhut Ade Mukadi menegaskan, tumpukan kayu dengan stiker Kemenhut yang terdampar di Pesisir Barat, Lampung tidak berasal dari arus banjir Sumatera.Ade mengatakan, tumpukan kayu dengan stiker Kemehut tersebut berasal dari kecelakaan kapal tugboat kayu PT MPL.Baca juga: BERITA FOTO: Update Banjir Aceh Tamiang, Akses Mulai TerbukaBaca juga: Kalimantan Bukan Zona Aman, Ini Jejak Gempa dan Sesar Aktif Versi BMKGANTARA FOTO/Syifa Yulinnas Foto udara kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Jumat . Kayu gelondongan tersebut menumpuk di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo pasca diterjang banjir bandang pada Rabu yang menimpa puluhan rumah warga di desa setempat. Pihaknya mengeklaim perusaah tersebut telah mengantongi izin Menteri Kehutanan atas areal hutan produksi."Mesin tugboat mati dan terkena badai sejak 6 November 2025 sehingga ada banyak kayu yang jatuh dari tugboat tersebut," ujarnya dikutip Kompas.com, Selasa .Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, adanya jejak gergaji mesin pada ribuan kayu gelondongan yang muncul akibat banjir Sumatera tersebut."Jadi, yang jelas, dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu. Kami dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin). Itu yang akan kami dalami," kata Jenderal Sigit di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis malam."Tim sedang turun, nanti bersama-sama dengan tim dari Kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai yang terdampak sampai tarik ke hulu dan hilirnya," imbuh dia.Baca juga: BERITA FOTO: Wajah Pantai di Padang Usai Banjir Menerjang, Dipenuhi Kayu GelondonganANTARA FOTO/Irwansyah Putra Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin . Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membantu membersihkan puing kayu yang menutupi rumah penduduk pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. Terpisah, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, gelondongan kayu yang terseret banjir bandang Sumatera dapat dimanfaatkan Kembali.Asalkan hal itu tidak bertentangan dengan aturan Kemenhut."Pemanfaatan limbah spesifik sepanjang memang tidak bertentangan dengan tata usaha kayu yang diatur oleh Kementerian Kehutanan maka kami masukkan itu di dalam kategori yang bisa dimanfaatkan," ujarnya, di Jakarta Selatan, Senin .


(prf/ega)