Warga Baduy Korban Begal di Jakpus Ternyata Cucu Pimpinan Adat

2026-02-04 15:50:57
Warga Baduy Korban Begal di Jakpus Ternyata Cucu Pimpinan Adat
Jaro pemerintah atau Kepala Desa Kanekes, Oom, mengungkapkan sosok Repan (16), warga Baduy Dalam yang menjadi korban begal di Jakarta Pusat. Repan merupakan cucu dari pimpinan adat atau Puun Baduy Dalam, Yasih."Itu cucu Puun Yasih di Baduy Dalam Kampung Cikesuik," kata Oom, Kamis .Sebagai informasi, masyarakat Baduy terletak di area Pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak. Di Baduy Dalam terdapat tiga Puun, yaitu Puun Kampung Cikesuik, Cibeo, dan Cikertawana. Puun ini memiliki kewenangan untuk mengatur dan memutuskan keputusan bagi masyarakat Baduy, hingga menetapkan hukum.Oom menyebutkan Puun Yasih merupakan guru spiritual Hercules Rosario Marshal. Menurut dia, pendiri organisasi masyarakat GRIB ini pernah berguru di Baduy Dalam."Puun Yasih adalah gurunya Hercules GRIB. Cuma Hercules belum tahu (masalah ini), kalau tahu kemungkinan akan turun," kata Oom.Oom meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku. Menurut dia, kasus pembegalan itu telah mengakibatkan korban mengalami luka bacok di tangan kiri dan kehilangan uang sebesar Rp 3 juta. Ia menambahkan, jika kasus ini berlarut, bisa menimbulkan reaksi warga Baduy."Pembacokan sambil ngebegal bahkan korban di bawah umur, kalau tidak ditindaklanjuti mau dikemanakan secara moral adat, bahkan bisa memicu masyarakat Baduy," kata Oom.Saat ini, kata Oom, kondisi Repan sudah mulai membaik. Ia mengatakan korban sedang berada di kantor Badan Penghubung Banten, di Tebet Timur, Jakarta Selatan."Bisa pulang, kalau perbannya sudah dibuka," katanya.Lihat juga Video Aksi Begal di Jaktim: Korban Ditabrak, Motor Dirampas[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-04 15:37