JAKARTA, – Menjelang akhir tahun 2025, pasar mobil bekas Indonesia menunjukkan dinamika menarik di berbagai segmen, salah satunya Low Cost Green Car (LCGC).Kendaraan yang dikenal sebagai solusi mobilitas ekonomis dan hemat bahan bakar ini tetap menjadi pilihan banyak konsumen meskipun pasar mobil baru di segmen murah mengalami tekanan.Mobil bekas LCGC seperti Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, hingga Honda Brio Satya, menjadi primadona pembeli yang mencari kombinasi harga terjangkau, biaya perawatan rendah, serta fitur yang mencukupi untuk kebutuhan harian.Baca juga: Mobil Rakyat: Kendaraan Produktif untuk Masyarakat Desa/Ruly Daihatsu Sigra facelift 2019Menurut pantauan harga pasar mobil bekas terkini, Toyota Calya dari tahun 2020 hingga 2025 umumnya berada di kisaran Rp 110 juta hingga Rp 170 juta, tergantung kondisi, kilometer, dan kelengkapan surat kendaraan.Sementara itu, Toyota Agya, yang juga cukup diminati karena ukuran kompak dan konsumsi bahan bakar efisien, berada di kisaran sekira Rp 120 juta hingga Rp 170 juta.Daihatsu Ayla, mobil LCGC yang dikenal paling terjangkau, sering muncul di pasar bekas dengan harga mulai dari sekira Rp 90 juta hingga sekitar Rp 120 juta, membuatnya menjadi pilihan populer bagi pembeli dengan anggaran terbatas.Baca juga: Gran Max Pikap Jadi Model Paling Laris Daihatsu di Manado dan Bitung/NANDA Toyota Agya tipe GUntuk model yang sedikit lebih besar, Daihatsu Sigra, yang masuk kategori LCGC dengan konfigurasi 7 penumpang, dipasarkan bekas di rentang Rp 100 juta hingga Rp 170 juta.Sementara Honda Brio Satya, yang sering dianggap sebagai LCGC bergaya city car dengan handling lebih sporty, cenderung memegang harga sedikit lebih tinggi yaitu sekitar Rp 140 juta hingga Rp 200 juta.Di sisi lain, Suzuki S-Presso, meskipun tidak masuk di kelas LCGC, tapi harganya cukup setara dengan model lainnya.Baca juga: Mitos atau Fakta Tambal Ban Motor Listrik Lebih Sulit?ilhamkarim/kompas.com Ilustrasi Toyota Calya bekas.Mobil bekas LCGC menjadi pilihan strategis karena menawarkan biaya akuisisi yang lebih rendah dibanding mobil baru, sementara masih memberikan ruang kabin dan kenyamanan berkendara yang memadai untuk kebutuhan keluarga kecil atau mobilitas harian di perkotaan.Selain itu, ketersediaan suku cadang yang luas dan biaya perawatan yang relatif murah juga membuat LCGC bekas tetap diminati.Tjung Subianto, Ketua Umum Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), menyoroti bagaimana mobil bekas tetap menjadi alternatif menarik bagi konsumen di tengah keterbatasan daya beli.Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Masih Berlaku, Ini yang Wajib Dibayardok pribadi Angga Modifikasi Daihatsu Ayla“Permintaan mobil murah masih ada. Tapi banyak yang akhirnya batal beli karena enggal lolos leasing,” ujar Tjung Subianto yang biasa disapa Ko Ationg, kepada Kompas.com belum lama ini.Perspektif lain dari daerah. Ferry Saputra, Ketua DPD Jawa Barat AMBI, menyampaikan bahwa segmen mobil murah jadi salah satu penopang penjualan mobil bekas.“Mobil-mobil LCGC di harga Rp 100 jutaan masih cukup laris, biasanya mobil ini dicari pembeli mobil pertama,” kata dia.Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Online Dapat QR Code, Ini Fungsinya/DIO DANANJAYA Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025
(prf/ega)
Cek Harga LCGC Bekas Akhir Tahun, Sigra mulai Rp 100 Juta
2026-01-12 12:13:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:39
| 2026-01-12 12:35
| 2026-01-12 10:51
| 2026-01-12 10:49










































