TNI Kerahkan Bantuan Logistik hingga Trauma Healing buat Korban Bencana Sumatera

2026-01-12 15:55:27
TNI Kerahkan Bantuan Logistik hingga Trauma Healing buat Korban Bencana Sumatera
JAKARTA, - Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan, TNI telah menggelar berbagai dukungan kemanusiaan untuk membantu korban pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Dukungan tersebut meliputi pendirian dapur lapangan, pos kesehatan, pembangunan fasilitas sanitasi, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.Baca juga: Menteri Pertahanan Resmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat TNI Selain itu, Agus menyebutkan TNI juga terus melakukan evakuasi medis, distribusi logistik, serta pendampingan psikososial bagi korban bencana.“Kemudian penyiapan air bersih, melakukan evakuasi medis, distribusi logistik terus dilakukan dan trauma healing,” kata dia.Agus menambahkan bahwa TNI juga mengerahkan 89 unit alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung penanganan pascabencana di Sumatera.Alutsista tersebut terdiri dari pesawat, helikopter, hingga kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang difungsikan untuk distribusi logistik, evakuasi, dan dukungan medis.Ia mengatakan, hingga saat ini alutsista TNI tersebut terus digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.Baca juga: Soal Bendera GAM di Aceh, Panglima TNI Minta Tak Ada Provokasi “Sampai dengan saat ini terus melakukan dukungan bantuan logistik melalui airdrop ataupun airlanded,” ucapnya.Selain itu, Agus menyebut KRI juga membawa berbagai dukungan lain, baik peralatan maupun sumber daya manusia, untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.“KRI membawa dukungan alat berat, kendaraan kesehatan mendukung membawa juga nakes dan membantu kebutuhan lain seperti peralatan PLN, bahan pangan, genset, dan sebagainya,” kata dia.Dalam kesempatan yang sama, Agus mengungkapkan TNI juga telah mendistribusikan 2.699,53 ton logistik untuk penanganan pascabencana di tiga provinsi tersebut.Baca juga: TNI Kerahkan 89 Alutsista untuk Tangani Bencana Banjir SumateraDistribusi logistik dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat guna memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak.“Adapun logistik yang sudah didistribusikan sejumlah 2.699,53 ton yaitu melalui angkatan udara, dan airdrop dan melalui KRI dan kapal ADRI dan bantuan melalui jalur darat,” kata Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-12 15:05