Jeruk Madu Yichang, Bukti Keberhasilan Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Ekonomi Dunia

2026-02-01 04:37:16
Jeruk Madu Yichang, Bukti Keberhasilan Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Ekonomi Dunia
- Keberhasilan Kota Yichang di Provinsi Hubei, China, mengembangkan komoditas jeruk madu menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang berdaya saing global.Hal tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara saat berkunjung ke Desa Guan­Zhuang di Kota Yichang, salah satu kawasan transmigrasi modern yang sukses memberdayakan masyarakat melalui pendekatan kawasan dan industrialisasi.“Jeruk madu Yichang menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan tersebut. Awalnya, sejak 1978, masyarakat lokal mengelola perkebunan jeruk dengan cara tradisional dan hasil yang masih terbatas. Namun sejak 2000, Pemerintah China memberikan dukungan menyeluruh melalui pelatihan, transfer teknologi, dan kolaborasi antara transmigran dan warga lokal,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Hasilnya terlihat signifikan. Pendapatan petani jeruk di Yichang kini mencapai rata-rata 30.000 dollar Amerika Serikat (AS) per tahun, atau lebih dari dua kali lipat pendapatan rata-rata nasional China yang sekitar 13.000 dollar AS per tahun.Baca juga: Pemerintah Indonesia Ajak Mahasiswa China Ikut Bangun Kawasan Transmigrasi PapuaJeruk madu Yichang kini tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga menjadi komoditas ekspor unggulan ke Rusia serta sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia (Lampung).“Yichang bukan kota besar, tetapi mampu tumbuh pesat karena perhatian serius pemerintah dalam menata ulang kehidupan masyarakat hasil relokasi. Dari sini kita belajar bahwa transmigrasi bisa menjadi penggerak ekonomi jika dibarengi pendidikan, pelatihan, dan pendampingan teknologi,” ujar Iftitah.Keberhasilan jeruk madu Yichang menjadi simbol bahwa transmigrasi bukan sekadar program relokasi penduduk, melainkan proses transformasi sosial-ekonomi yang mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan menuju kemandirian berbasis potensi wilayah.Model pemberdayaan seperti di Yichang ini menunjukkan bagaimana transmigrasi dapat meningkatkan kesejahteraan jika diarahkan pada pengembangan komoditas unggulan lokal dengan dukungan industrialisasi dan konektivitas kawasan.Baca juga: Pemerintah Indonesia Ajak Mahasiswa China Ikut Bangun Kawasan Transmigrasi PapuaKementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana mengadopsi model tersebut untuk diterapkan di sejumlah kawasan transmigrasi Indonesia, khususnya di Papua dan Indonesia Timur, melalui kemitraan antara investor asing, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat lokal.“Pendekatannya bukan hanya investasi fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Modal dan teknologi boleh datang dari luar, tetapi tenaga kerja dan keberlanjutan tetap menjadi milik masyarakat kita,” imbuh Iftitah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-01 04:59