Momen Haru di Pendopo Pati, Orangtua Bangga Saat Anak Disabilitas Unjuk Kebolehan...

2026-02-02 15:17:55
Momen Haru di Pendopo Pati, Orangtua Bangga Saat Anak Disabilitas Unjuk Kebolehan...
PATI, - Suasana haru mewarnai pentas seni yang digelar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pati dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu .Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga menjadi momen berharga bagi para orang tua yang selama ini mendampingi perjuangan panjang anak-anak mereka.Windi, salah satu orang tua siswa, mengaku bangga sekaligus terharu menyaksikan putrinya tampil percaya diri membawakan tarian di panggung utama Pendopo Kabupaten Pati.Baca juga: Keseruan Siswa SLB di Solo Rasakan Metode Pembelajaran lewat Teknologi Papan Interaktif DigitalBaginya, kesempatan ini adalah bukti bahwa anak disabilitas mampu menunjukkan kemampuan terbaik jika diberi ruang dan dukungan.“Pentas di Pendopo ini pertama kalinya untuk anak-anak SLB. Kami sangat bersyukur, apalagi Pak Bupati memberi perhatian. Dengan segala keterbatasan, kami melatih anak-anak sebaik mungkin. Rasanya bangga sekali melihat mereka tampil," ujar Windi penuh haru.Dengan adanya kegiatan ini, Windi berharap anak-anak disabilitas bisa dipandang lebih karena mempunyai bakat yang tidak jauh berbeda dengan lainnya."Semoga warga semakin mengenal bahwa anak disabilitas itu punya bakat,” harapnya.Baca juga: Pelajaran Hidup Sriati, 31 Tahun Mengabdi sebagai Guru SLB di SurabayaPentas seni HDI ini menampilkan berbagai pertunjukan mulai dari menyanyi, menari, telling story, hingga peragaan busana adat. Seluruh penampilan dibawakan oleh siswa dari jenjang SDLB hingga SMALB.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SLB Negeri Pati, Mumpuni Hartindjung Pudjiastuti, menyampaikan bahwa total ada 325 siswa dengan ragam disabilitas, Tuna Netra, Tuna Grahita, Tuna Daksa, hingga Autis yang terlibat dalam acara tersebut.“Semua anak dari tingkat kecil sampai SMA tampil. Ini bentuk bahwa keterbatasan bukan hambatan. Mereka mampu menunjukkan potensi luar biasa,” jelas dia.Baca juga: Kisah Isna Walidah, Ibu Guru SLB yang Sukses Bangun Kemandirian SiswanyaIa berharap masyarakat dapat menghargai karya dan kemampuan anak-anak disabilitas, bukan dengan rasa kasihan, tetapi dengan apresiasi yang sejati.“Kami ingin masyarakat melihat mereka mampu bersaing. Dan kami berharap pemerintah daerah terus memberi ruang bagi anak-anak disabilitas untuk tampil di ruang publik,” tambahnya.Bagi para orang tua seperti Windi, pentas seni ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah pengakuan atas kemampuan anak-anak mereka sekaligus langkah penting untuk membuka mata masyarakat bahwa setiap anak, apapun kondisinya, memiliki potensi yang layak dihargai.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 14:12