Top 3 News: Selain Mundur dari MUI, Ma'ruf Amin Istirahat dari PKB

2026-02-03 00:45:57
Top 3 News: Selain Mundur dari MUI, Ma'ruf Amin Istirahat dari PKB
Jakarta - KH Ma'ruf Amin mengaku sudah mengundurkan diri dari Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Itulah top 3 news hari ini.Selain MUI, Mantan Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia itu juga uzlah atau mengistirahatkan diri dari aktivitas kepartaian di PKB. Hal itu seperti disampaikan Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Ahmad Iman Sukri.Meski mengaku demikian, Iman menuturkan, Kiai Ma’ruf masih akan tetap siap jika diminta menyumbangkan pemikiran dan saran untuk PKB.AdvertisementSementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengaku siap mengorbankan nyawa untuk rakyat Indonesia. Menurutnya, meninggal demi rakyat merupakan sebuah kehormatan.Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Prabowo saat menghadiri acara Penyerahan Hasil Penyelamatan Keuangan Negara di Kejaksaan Agung, Rabu 24 Desember 2025.Prabowo mengajak semua pihak untuk merenungkan makna hidup dan pengabdian. Dia mengingatkan bahwa gajah mati meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan nama.Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 sebesar Rp 5.729.876. Angka tersebut naik 6,17 persen dari besaran upah tahun sebelumnya, sebesar Rp 5.396.761.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pihaknya telah menetapkan besaran UMP 2025 sesuai aturan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 Tentang Pengupahan.Pramono menyampaikan, mengacu PP Nomor 49 Tahun 2025, Pemprov DKI memutuskan besaran UMP 2026 di Jakarta berdasarkan alfanya 0,75.Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Rabu 24 Desember 2025:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 23:27