JAKARTA, - Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,2 persen hingga akhir tahun.Para ekonom beranggapan target tersebut relatif sulit dicapai setelah melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III-2025 senilai 5,04 persen.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal I hingga III masih di bawah target, ekonomi masih berpeluang tumbuh lebih cepat di akhir tahun.Sedikit catatan, realisasi pertumbuhan ekonomi masing-masing kuartal tercatat 4,87 persen, 5,12 persen, dan 5,04 persen.Artinya, ekonomi harus tumbuh sekitar 5,77 persen pada kuartal IV agar target tahunan tercapai."On track, kita optimis kuartal-IV bisa naik. Hitung aja rata-rata berapa untuk mencapai 5,2 persen," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Rabu .Baca juga: Konsumsi Rumah Tangga Turun, Mengapa Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bertahan di Atas 5 Persen?Lantas apakah Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 5,2 persen akhir 2025?Menanggapi hal tersebut, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melaporkan, untuk mencapai target akhir 2025 sebesar 5,2 persen Indonesia membutuhkan minimal pertumbuhan ekonomi minimal di level 5,8 persen.Peneliti Pusat Makroekonomi dan keuangan INDEF Riza Annisa Pujarama mengatakan, target tersebut bukanlah angka yang mudah untuk dicapai."Itu bukan angka yang sedikit ya," kata dia dalam Diskusi Publik bertajuk Tanggapan Atas Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025, Kamis .Ia menjelaskan, target itu bukanlah angka yang mudah dicapai. Namun demikian, pihaknya berharap akan ada perbaikan dari pemerintah dengan adanya beberapa kebijakan fiskal.Secara umum, ia menjelaskan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III-2025 berdasarkan lapangan usaha ditopang oleh lima sektor seperti pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan."Dua dari lima sektor ini mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan triwulan III-2025, yaitu sektor pertambangan yang minus 1,98 dan konstruksi yang turun dari 7,48 ke 4,21 persen," terang dia.Baca juga: Ekonom Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025, Ada Apa?Hal ini disebabkan oleh belanja pemerintah yang turun dan arah kebijakan pemerintah ke sektor infrastruktur yang melambat dan tidak segencar tahun sebelumnya.Lebih lanjut, Riza mengungkapkan, dari sektor pengeluaran di sektor rumah tangga masih terlihat adanya perlambatan. Di sisi lain, masih terjadi peningkatan pertumbuhan pada perumahan dan perlengkapan rumah tangga."Daya beli masih tertekan ya untuk masyarakat," ungkap dia.
(prf/ega)
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025, Mampukah Penuhi Target 5,2 Persen Akhir Tahun?
2026-01-12 06:36:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:44
| 2026-01-12 09:46
| 2026-01-12 09:31
| 2026-01-12 08:52










































