Berapa Tenaga dan Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid?

2026-01-16 14:07:10
Berapa Tenaga dan Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid?
JAKARTA, - PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Veloz Hybrid dalam gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Mobil LMPV ini dipasrakan dengan harga perkenalan sebesar Rp 299 juta sampai Desember 2025.Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan, mobil ini dilengkapi sistem self-charging hybrid atau pengisian daya dilakukan secara otomatis saat kendaraan melaju.“Veloz Hybrid bukan hanya menawarkan efisiensi bahan bakar dan kemudahan perawatan, tetapi juga pengalaman berkendara yang ramah lingkungan,” ucap Henry dalam keterangan resminya, Jumat .Baca juga: Harga Menggiurkan, Veloz Hybrid Goda Banyak Segmen SekaligusSalah seorang penjual mobil Toyota di Jakarta mengatakan, mobil ini dibekali mesin yang serupa dengan Yaris Cross Hybrid yang lebih dulu diluncurkan yakni mengusung teknologi Toyota Hybrid System (THS).“Mobil ini menggunakan mesin 1.500 cc, 2NR-VEX, mirip punya Yaris Cross Hybrid, dengan tenaga mesin bensin 91 PS (89,75 Tk) dan torsi 121 Nm, sedangkan motor listriknya 80 PS (78,9 Tk) dengan torsi 141 Nm,” ucapnya kepada , Sabtu .Baca juga: Toyota Veloz Hybrid Siap Menyokong Ekspor IndonesiaFoto: /Adityo Wisnu Mesin Toyota New Veloz Hybrid EVDi atas kertas, mobil ini mampu menempuh kecepatan 0 sampai 100 Km per jam dalam 11,5 detik. Sementara konsumsi BBM rata-rata tembus 25,8 Km per liter.“Mobil ini dibekali kamera parkir, start stop button baru, head unit 9 inci untuk viarian V, dan desain layar informasi lebih segar,” ucapnya.Harga perkenalan tersebut berlaku hanya untuk varian V HEV, salah satu dari empat varian lain Q HEV, Q HEV Modellista, dan Q HEV Modellista TSS. Sementara model lain belum ada harga pastinya.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-16 12:44