Penjual sampai Tak Tega, Harga BBM di Aceh Tengah Rp 50.000 Per Liter

2026-02-04 02:42:57
Penjual sampai Tak Tega, Harga BBM di Aceh Tengah Rp 50.000 Per Liter
ACEH TENGAH, - Masyarakat Aceh Tengah mulai mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax sejak lima hari terakhir pascabencana hidrometeorologi. Namun, mereka harus mengeluarkan kocek Rp 50.000 per liter untuk BBM. Kondisi itu dirasa serba salah oleh sejumlah warga. Sebab, di satu sisi, BBM yang dijual eceran di sepanjang jalan kawasan itu diperoleh dengan cara yang sulit oleh penjualnya.“Harga ini sesuai dengan kondisi lapangan, karena diangkut dari Kampung Kem, KKA (Jalan Nasional Takengon-Aceh Utara), jalan kaki 2 sampai 3 jam angkut minyak pakai jerigen,” ucap Andi, salah satu penjual di daerah tersebut, ditemui Kompas.com, Kamis .Baca juga: Banjir Bener Meriah: Warga Keluhkan Harga BBM Rp 80.000 per LiterSecara kemanusian, Andi sebenarnya tidak tega memasang harga setinggi itu. Namun, kondisi kesulitan bahan pangan seperti beras dan lauk pauk membuatnya harus bertahan hidup.“Saya mengambil minyak langsung ke lokasi, kemarin baru tiba. Kurang lebih urus minyak ke daerah Kem itu setengah hari dengan perjalanan. Belum lagi ribuan orang berlalu lalang di sana,” ujar Andi.Ia memperkirakan, harga BBM akan semakin turun karena semakin banyak orang yang menjual secara eceran.“Sebenarnya sudah ada BBM yang dipasok dari Bireuen, dari Aceh Utara, jadi semakin ramai ya bakal semakin murah,” ucap dia.Baca juga: Bantuan Tak Kunjung Tiba, Pemkab Bener Meriah Datangkan BBM Pakai Kuli Panggul dari Aceh UtaraPantauan Kompas.com, para penjual BBM eceran dadakan tampak mulai ramai menjajakan dagangannya di pinggir Jalan Takengon-Isaq.Mereka menjual dengan menggunakan jerigen. Harga yang dijual juga bervariasi, mulai dari Rp 50.000-Rp30.000.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 02:03