Banjir Lumpuhkan Jalan Raya Sapan, Warga Dorong Motor agar Tak Terlambat Kerja

2026-01-12 14:32:02
Banjir Lumpuhkan Jalan Raya Sapan, Warga Dorong Motor agar Tak Terlambat Kerja
BANDUNG, - Banjir kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di kawasan selatan Kabupaten Bandung, termasuk Jalan Raya Sapan, Kecamatan Bojongsoang, pada Senin .Genangan air dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter membuat arus lalu lintas tersendat sejak pagi, terutama bagi pengendara roda dua yang hendak berangkat kerja.Air mulai menggenang sejak subuh setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandung dan sekitarnya pada Minggu malam.Kondisi diperparah oleh luapan anak Sungai Citarik yang bermuara ke Sungai Citarum, membuat aliran air tak mampu tertampung dan meluber ke jalan utama.Sejumlah pengendara tampak kesulitan melintas. Ada yang memilih mematikan mesin motor dan mendorongnya perlahan agar tidak mogok.Baca juga: Hujan Kembali Turun, Banjir Bojong Asih Bandung Belum Surut, Air Naik LagiSuara deru knalpot yang dipaksa melawan air bercampur dengan teriakan sesama pengendara yang saling memberi aba-aba agar berhati-hati.Di tengah kepadatan, beberapa pengendara tetap memaksakan diri melaju. Mereka menggeber gas lebih tinggi, membuat riak air menciprat ke pengguna jalan lain. Namun tak sedikit pula yang akhirnya berhenti di tengah genangan karena kendaraannya mati mendadak.Rafiudin (32), warga Kecamatan Ciparay, mengaku harus mendorong motor sejauh hampir 200 meter. Ia sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di daerah Buahbatu.“Setiap musim hujan pasti begini. Saya takut motor mati total, jadi saya dorong saja meski capek,” ujarnya dengan napas terengah ditemui di lokasi.Menurut Rafiudin, setiap tahun jalur Sapan menjadi titik langganan banjir. Ia mengatakan sudah berkali-kali berharap adanya perbaikan sistem drainase, namun hingga kini belum terlihat langkah signifikan.“Kalau pagi seperti ini, orang-orang mau kerja semua. Harusnya pemerintah cepat tanggap,” katanya.KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Pengendara sepeda motor serta kendaraan roda empat memacu kendaraannya di tengah banjir di Jalan Raya Sapan, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, SeninDi sisi lain, ada pula warga yang memilih tetap memacu kendaraan demi mengejar waktu. Salah satunya Nurjanah (29), warga Kecamatan Majalaya, yang harus tiba di pabrik tekstil tempatnya bekerja sebelum pukul 08.00.Ia mengaku tak punya pilihan lain selain menerobos banjir bersama pengendara lain.“Kalau saya telat, bisa dipotong kehadiran. Makanya saya nekat saja. Padahal air tinggi sampai betis,” ujar Nurjanah sambil mengeringkan celana jeans yang basah kuyup. Ia menyebut, perjalanan yang biasanya ditempuh 25 menit kini menjadi hampir satu jam.


(prf/ega)