TANGERANG SELATAN, - Pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disebut melakukan perjalanan dinas ke Bandung dengan menghabiskan anggaran hingga Rp 1,5 miliar.Hal ini mencuat setelah akun Instagram @officialtangerangupdatecom mengunggah informasi itu pada Rabu .Dalam unggahan itu, tertulis bahwa para pejabat Kota Tangsel yang berasal dari eselon II dan III, melakukan perjalanan ke Bandung dan bermalam di sebuah hotel bintang empat dari pada 9-10 Desember 2025.Baca juga: Dugaan Bullying di SMPN Tangsel, Polisi Libatkan Ahli Pidana hingga ForensikKemudian, dalam video itu, terlihat sebuah spanduk dengan tulisan "Selamat Datang Peserta Tangsel Leadership 2025. Strategic Communication & Management Risk For Public Governance".Tulisan dalam spanduk itu menunjukkan, para pejabat tersebut mengikuti kegiatan yang diduga diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangsel.Selain itu, terlihat pula mobil dinas berpelat merah dengan tiga huruf belakangnya diawali huruf "W", kode untuk wilayah Tangerang Selatan, terparkir di area hotel tersebut.Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangsel, Wahyudi Leksono, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program yang sudah terjadwal dan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025.“Leadership Training ini bukan kegiatan mendadak. Program ini sudah ditetapkan dalam RKPD 2025 sebagai bagian dari agenda pengembangan kompetensi ASN Tangsel,” ujar Wahyudi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Kamis .Kegiatan ini berlokasi di Bandung setelah melalui kajian kebutuhan pelatihan, yakni memiliki fasilitas pelatihan yang lengkap, lingkungan belajar yang kondusif, dan ketersediaan narasumber berkualitas yang relevan dengan materi pengembangan kepemimpinan."Di sana, peserta dapat mengikuti sesi pelatihan secara fokus tanpa terdistraksi oleh rutinitas pekerjaan sehari-hari," kata dia.Baca juga: 2 Mata Elang Dikeroyok di Pancoran Saat Hentikan Pemotor, 1 Tewas, 1 KomaMeskipun begitu, pihaknya tidak menolak kritikan masyarakat terkait masalah tersebut.Baginya, kritikan yang diterima menjadi bentuk kepedulian publik terhadap tata kelola pemerintahan. Bahkan, kritikan tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal."Pemerintah tidak antikritik, dan kami berterima kasih atas perhatian publik terhadap program ini," ucap Wahyudi.
(prf/ega)
Pejabat Tangsel Disebut Bikin Acara di Bandung dengan Anggaran Rp 1,5 Miliar, Ini Penjelasannya
2026-01-12 05:07:28
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:37
| 2026-01-12 04:25
| 2026-01-12 03:14
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:53










































