Kemenbud Serahkan 85 Sertifikat Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional

2026-01-17 02:08:47
Kemenbud Serahkan 85 Sertifikat Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional
Kementerian Kebudayaan menyerahkan 85 sertifikat Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional kepada 27 pemerintah provinsi. Dengan penetapan ini, total Cagar Budaya Peringkat Nasional yang telah ditetapkan sejak 2013 hingga 2025 mencapai 313 cagar budaya.Sertifikat ini diserahkan saat gelaran Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional (ACBPN) Tahun 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah yang berperan aktif dalam pelestarian cagar budaya di Indonesia.Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi peran aktif pemerintah daerah dalam pengusulan dan pelestarian cagar budaya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penetapan cagar budaya tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pemerintah pusat.Fadli juga menekankan pentingnya penguatan pendataan cagar budaya melalui kerja sama dengan Tim Ahli Cagar Budaya agar proses penetapan berjalan lebih efektif dan cepat."Ke depan, kita bisa menambah jumlah Tim Ahli Cagar Budaya tingkat Nasional, supaya lebih banyak lagi tenaga-tenaga, terutama para ahli yang memang mumpuni di bidangnya dengan pendekatan multidisipliner sehingga pencatatan cagar budaya tingkat nasional kita bisa lebih cepat. Kita tentu perlu masukan dari para ahli, tokoh-tokoh, arkeolog, antropolog, mungkin geolog, geografer, arsitek, dan juga seluruh bidang yang terkait dengan cagar budaya nasional ini," ujar Fadli Zon, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).Fadli menyampaikan penetapan cagar budaya sejalan dengan upaya Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya nasional. Menurutnya, jika dikelola secara maksimal, kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan."Penetapan cagar budaya ini sejalan dengan pemanfaatan menuju industri dan ekonomi budaya atau cultural and creative industry, karena sebenarnya cagar budaya ini berada di hulu, sementara hilirnya adalah ekonomi kreatif, Intellectual Property, UMKM, kuliner, dan lain-lain. Kekayaan budaya, dalam arti ekspresi budaya kita tentu bisa dimanfaatkan secara berkesinambungan," ungkapnya.Fadli menegaskan bahwa pelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat."Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, serta melibatkan swasta dan juga perorangan. Di negara lain, pelestarian budaya selalu melibatkan swasta dengan pendekatan public-private partnership. Swasta harus terlibat dalam proses pemanfaatannya, misalnya membangun restoran, coffee shop hingga pembuatan merchandise," tegasnya.Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2025 mengusung tema 'Membingkai Warisan, Menghidupkan Masa Depan'.Tema ini mencerminkan pelestarian warisan budaya yang tidak hanya berfokus pada cagar budaya dan warisan budaya takbenda, tetapi juga keterkaitannya dengan lingkungan alam, ruang hidup, komunitas, dan masyarakat luas.Selain penyerahan sertifikat, rangkaian kegiatan ACBPN 2025 juga dimeriahkan dengan workshop, pertunjukan seni, serta pameran Cagar Budaya Peringkat Nasional. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula seremoni penyerahan hadiah pemenang Sayembara Masterplan Museum Majapahit, sebagai bagian dari penguatan pelestarian Kota Kuno Majapahit di Trowulan, Mojokerto.Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional merupakan agenda tahunan yang menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen negara dalam menjaga cagar budaya sebagai warisan bangsa dan aset strategis bagi masa depan Indonesia.Simak juga Video 'Kemenbud Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-17 01:52