Saat 560 Nasi Bungkus Dikirim untuk Warga Sumberlangsep karena Pilih Mengungsi ke Bukit

2026-01-12 18:42:57
Saat 560 Nasi Bungkus Dikirim untuk Warga Sumberlangsep karena Pilih Mengungsi ke Bukit
LUMAJANG, - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang terpaksa mengirimkan nasi bungkus ke bukit di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.Hal itu dilakukan karena tidak ada warga Dusun Sumberlangsep yang mengungsi ke Balai Desa, yang merupakan posko pengungsian resmi banjir lahar Gunung Semeru yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Vidia Prayuasmi mengatakan, saat ini sebanyak 390 warga memilih mengungsi ke perbukitan yang ada di Dusun Sumberlangsep.Sementara itu, di posko pengungsian hanya terdapat dapur umum untum mencukupi kebutuhan warga."Sampai tadi itu warga mengungsinya ke bukit, atau rumah warga yang lokasinya di dataran tinggi," kata Vidia di Jugosari, Minggu .Baca juga: Lansia Ditandu Keluar Dusun Sumberlangsep karena Banjir Lahar SemeruVidia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak, Dinsos mengirimkan 560 nasi bungkus tiga kali sehari ke daerah perbukitan.Ratusan nasi bungkus itu akan dikirimkan Dinsos ke pinggir sungai menggunakan mobil, kemudian dijemput oleh petugas yang akan mengantarkannya ke bukit dengan berjalan kaki.Sebab, kondisi Dusun Sumberlangsep pasca diterjang banjir lahar Semeru memang terisolir dan tidak bisa diakses kendaraan.Kondisi ini, menurut Vidia, cukup menyulitkan petugas. Sebab, saat banjir lahar terjadi lagi, dapat dipastikan distribusi bantuan akan macet karena berisiko untuk memaksakan menerjang banjir lahar."Jadi nanti kita antar ke pinggir sungai selanjutnya ada tim yang akan antar makanan ke bukit," ujarnya.Baca juga: Bupati Lumajang: Warga Sumberlangsep yang Terdampak Lahar Semeru Pernah Tolak RelokasiVidia mengatakan, belum mengetahui sampai kapan dapur umum akan berdiri untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir lahar Semeru."Kalau sampai kapan kami tidak tahu karena belum ada penetapan masa tanggap darurat bencana, tapi kami standby dulu sampai kondisi aman," katanya.Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, banjir lahar menyebabkan 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, tertimbun material vulkanik Gunung Semeru.Selain itu, 3 unit sepeda motor warga dan satu bangunan masjid juga tertimbun material vulkanik.Dusun lain yang terdampak banjir lahar yakni Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, di mana terdapat dua rumah warga yang tertimbun.Baca juga: Timbunan Material Lahar Semeru Mencapai 4 Meter, Warga Sumberlangsep Evakuasi Barang dan Ternak


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-12 17:08