Gegara Penembakan Bondi Beach, WNI di Australia Takut ke Pantai Sydney

2026-01-12 02:01:12
Gegara Penembakan Bondi Beach, WNI di Australia Takut ke Pantai Sydney
SYDNEY, - Warga Indonesia di kota Sydney mengaku khawatir setelah serangan penembakan terjadi di Pantai Bondi, Minggu . Laporan polisi mengatakan aksi penembakan dilakukan oleh Sajid Akram dan anaknya, Naveed Akram, menewaskan 15 orang, termasuk seorang perempuan berusia 10 tahun dan lebih dari 20 orang masih dirawat di rumah sakit.Pantai Bondi adalah salah satu ikon kota Sydney yang ramai dikunjungi warga lokal dan turis saat musim panas seperti sekarang ini, termasuk saat Hari Natal dan Tahun Baru.Baca juga: Penembak Bondi Beach Dijerat Tuduhan Terorisme, Polisi Kaitkan dengan ISISSejumlah warga Indonesia yang tinggal di kawasan Pantai Bondi turut merasakan dampak dari kejadian tersebut.Joshua Michael Sagala, akrab disapa Michael, adalah warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di daerah Pantai Bondi.Michael mengatakan setiap hari Minggu, istrinya bekerja di kawasan pantai ini dan keluarga mereka sering menghabiskan waktu di sana.Tapi pada hari itu, ia mengatakan istrinya tidak enak badan sehingga mereka pulang pada jam 4 sore.Ketika sedang dalam perjalanan mengisi bensin, Michael melihat kondisi pantai yang dipadati warga dan memutuskan untuk turun dari mobil."Banyak banget muka raut orang rata-rata sedih, nangis, kecewa," ujarnya."Enggak disangka di Bondi bisa terjadi seperti ini."Michael, yang sudah tinggal di Sydney selama delapan tahun, mengatakan banyak umat Yahudi yang tinggal di sisi timur Sydney, termasuk Pantai Bondi.Serangan terjadi saat umat Yahudi sedang menggelar perayaan di hari pertama Hanukkah di pinggir pantai.Ia ikut merasa "kecewa dan sedih" mengetahui aksi penembakan tersebut bisa terjadi di Australia, yang menurutnya sudah seperti rumah kedua."Maksudnya kok sampai mengambil nyawa untuk hal sampai seperti ini? Parahnya sampai ada pembunuhan?" katanya."Karena di sini kita pikir pasti mass shooting enggak akan ada, maupun di sekolah atau di mana pun."Erna Tambunan, ibu Michael, kebetulan sedang berada di Sydney untuk mengunjungi sang anak.Ia juga mengaku terkejut mendengar berita ini, terutama karena mengetahui ketatnya proses seleksi visa ke Australia."Enggak pernah menyangka, karena kita semua tahu kan Australia itu negara paling cukup aman di dunia?" ujarnya.Setelah kejadian ini, Michael berencana untuk mencoba menghindari Pantai Bondi.


(prf/ega)