Masuki Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kulon Progo Siagakan Alat Berat

2026-01-11 22:53:12
Masuki Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kulon Progo Siagakan Alat Berat
- Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelumnya sudah mengumumkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.Dalam berita tertulis kantor Dinas Kominfo Kulon Progo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, menegaskan pemerintah “siaga penuh”.Pasalnya, dari hasil assessment lapangan, setelah status siaga darurat ditetapkan, dengan opsi peningkatan bisa menjadi tanggap darurat bila bencana meluas.Langkah ini menindaklanjuti peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi peningkatan curah hujan pada November–Desember 2025 di hampir seluruh wilayah Indonesia.“Jika kondisi bencana semakin masif, kita akan naikkan menjadi tanggap darurat,” kata Setiawan selagi pemerintah menggelar apel kesiapsiagaan di halaman Polres Kulon Progo, Rabu .Baca juga: Banjir Lahar Gunung Semeru, Tanggul Sepanjang 150 Meter JebolApel ini adalah Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Hidrometeorologi yang diikuti personel TNI, Polri, tim SAR dari berbagai unsur, dan relawan.Sejumlah peralatan turut digelar di sana, serta tenda umum, peralatan gotong royong, helm keselamatan, sepatu safety, hingga alat berat ekskavator.Setiawan mengungkapkan, bencana yang terjadi saat ini masih dalam skala kecil, namun tetap menjadi perhatian dan akan terus dilakukan assessment sebagai dasar untuk merencanakan tindakan tanggap darurat lebih lanjut sekaligus memitigasi risiko bencana.Pemerintah menyiapkan anggaran untuk penanganan darurat bencana dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) sekitar Rp10 miliar.Kemampuan fiskal daerah ini untuk seluruh kebutuhan tak terduga, termasuk di dalamnya adalah penanganan bencana.Angka itu terlihat kontras dengan risiko bencana yang rutin dihadapi wilayah Kulon Progo setiap tahun, terutama pada musim penghujan, di mana rawan longsor di wilayah perbukitan dan banjir di dataran hingga ancaman gelombang tinggi di kawasan pantai.Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mendorong kerja sama lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana. "Kerjasama ini adalah wujud kepedulian terhadap masyarakat, serta aksi solidaritas untuk melindungi masyarakat," ujar Ambar.Menghadapi potensi bencana, Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu menegaskan kesiapan 350 personel kepolisian, ditambah 161 dari unsur TNI, BPBD, Basarnas, dan BMKG.“Apel ini momentum bagi masyarakat untuk waspada dan menyiapkan diri menghadapi potensi bencana,” kata Wilson.


(prf/ega)