Persebaya Inkonsisten, Tuntutan "Perez Out" Terus Menggema

2026-02-04 22:28:20
Persebaya Inkonsisten, Tuntutan
- Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Moran, menghadapi situasi pelik menyusul performa tim yang dinilai inkonsisten hingga pekan ke-12 Super League 2025-2026.Desakan agar Eduardo Perez Moran mundur dari kursi kepelatihan Persebaya Surabaya pun semakin kencang terdengar.Puncak kekecewaan suporter terlihat jelas setelah Persebaya Surabaya ditahan imbang Persik Kediri.Baca juga: Eduardo Perez Kritik Sensitivitas VAR di Laga Persik Vs PersebayaTeriakan "Edu Out" menggema di tribune Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik,  pada pertengahan babak pertama dan seusai pertandingan laga Derbi Jawa Timur.Menanggapi tekanan tersebut, ia memberikan tanggapan yang tenang namun tegas.Menurutnya, kritik dan tekanan adalah bagian tidak terpisahkan dari dunia sepak bola profesional."Ketika bekerja di dunia sepak bola, Anda harus siap untuk segalanya. Jadi, saya menghormati semua pendapat," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.Desakan "Edu Out" dari Bonek cukup beralasan jika menilik perjalanan Persebaya musim ini.Tim Bajul Ijo masih tercecer di papan tengah, tepatnya di posisi ke-8 klasemen sementara Super League 2025-2026.Posisi ini jelas di luar ekspektasi tim yang selalu menargetkan papan atas.Baca juga: Hasil Persik Vs Persebaya 1-1, Sama Kuat di Derbi JatimRapornya terbilang mengecewakan karena baru mampu meraih 15 poin dari empat kemenangan, tiga imbang dan tiga kekalahan.Sehingga lini serang yang diharapkan tajam pun tampil inkonsisten. Sebab tim baru mencetak 12 gol, atau rata-rata hanya satu gol per pertandingan.Eduardo Perez tidak menutup mata dengan kondisi ini.Namun terpenting baginya saat ini adalah mencari solusi untuk segera mendapatkan performa yang diharapkan. Ia menegaskan skuad dan staf kepelatihan yang bekerja keras setiap hari."Saya sangat kuat sekarang. Saya berada di satu momen di mana saya lebih kuat dari sebelumnya. Saya percaya pada semua pemain, di klub. Kami bekerja sangat keras setiap hari," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Persik Kediri Supriadi dihalau pemain Persebaya Surabaya Dejan Tumbas saat laga pekan ke-12 Super League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jumat malam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-04 22:41