Pria Inggris Jadi Tersangka Penusukan Brutal di Kereta London, Lukai 11 Orang

2026-02-02 19:34:50
Pria Inggris Jadi Tersangka Penusukan Brutal di Kereta London, Lukai 11 Orang
LONDON, -  Seorang pria berusia 32 tahun didakwa dengan 10 tuduhan percobaan pembunuhan setelah melakukan serangan penusukan massal di sebuah kereta cepat Inggris pada Sabtu .Insiden mengerikan itu terjadi di dalam kereta London North Eastern Railway (LNER) yang sedang melintas di Cambridgeshire menuju London, dan membuat sedikitnya sembilan orang luka parah.Polisi Transportasi Inggris (British Transport Police/BTP) menyebut kejadian tersebut sebagai “insiden besar”, sementara satu korban masih berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit pada Minggu malam.Baca juga: Penusukan Massal di Kereta Inggris: Dikira Lelucon Halloween, Jadi Tragedi BerdarahFreepik/jwalter1975 ilustrasi penusukan.Tersangka bernama Anthony Williams, warga Peterborough berusia 32 tahun, telah diserahkan ke pengadilan pada Senin dan ditahan tanpa jaminan.Saat diminta memberikan alamat, Williams menjawab bahwa ia tidak memiliki tempat tinggal tetap, menurut laporan kantor berita PA Media.Selain 10 tuduhan percobaan pembunuhan, Williams juga didakwa atas satu tuduhan menyebabkan luka fisik (actual bodily harm) dan satu tuduhan kepemilikan senjata tajam.Polisi menyebut ia juga menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan lain terkait insiden terpisah di stasiun Pontoon Dock, London, yang terjadi beberapa jam sebelum penyerangan di kereta.Baca juga: Pelaku Penusukan Massal di Inggris Dituduh 10 Percobaan PembunuhanPolisi Cambridgeshire mengatakan setidaknya tiga insiden lain yang diduga saling terkait juga terjadi di Peterborough pada Jumat malam dan Sabtu pagi, termasuk penusukan terhadap seorang remaja berusia 14 tahun yang dirawat karena luka ringan.“Penyelidikan kami juga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan insiden lain,” kata Deputi Kepala Kepolisian BTP, Stuart Cundy, pada Senin.Meski motif masih diselidiki, polisi memastikan tidak ada indikasi bahwa serangan ini terkait terorisme.Kereta cepat LNER berangkat dari Doncaster menuju London pukul 18.25 waktu setempat.Tak lama setelah meninggalkan stasiun Peterborough, penumpang mulai mendengar teriakan dan kepanikan dari gerbong lain.“Saya awalnya mendengar teriakan dan keributan dari dua gerbong di depan,” tutur Wren Chambers, salah satu penumpang, kepada BBC.“Lalu seorang pria berlari melewati saya dengan luka yang sangat jelas di lengannya—darahnya mengucur banyak,” tambahnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 18:44