Pratikno: 1.050 Hunian Sementara Sudah Dibangun untuk Korban Banjir Sumatera

2026-01-15 20:11:52
Pratikno: 1.050 Hunian Sementara Sudah Dibangun untuk Korban Banjir Sumatera
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa 1.050 hunian sementara (huntara) sudah dibangun untuk korban banjir Sumatera."Per 28 Desember Huntara di tiga provinsi sudah mulai dibangun dan sebagian sudah selesai, yaitu sebanyak total proses pembangunan dan sebagian sudah selesai itu totalnya 1.050 unit hunian," ucap Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim, Jakarta Timur, Senin .Baca juga: Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Bangunan Modular Huntara DidirikanPratikno menjelaskan, pembangunan huntara dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari BNPB hingga BUMN sebagai percepatan pemulihan bagi warga yang terdampak di tiga provinsi."Yang dibangun BNPB bersama daerah ada 450, sedangkan yang dibangun Danantara beserta jajaran BUMN itu 600 unit huntara," ujarnya.Baca juga: Salah Satu Kendala Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera: Penyiapan LahanUntuk sektor ekonomi, Pratikno menyampaikan bahwa terdapat 112 pasar tradisional yang terdampak di Aceh."Ini saat ini 18 sudah sepenuhnya beroperasi. Di Sumut ada 47 pasar terdampak, kini 46 pasar sudah beroperasi, masih satu yang dalam proses percepatan," tuturnya.Di Sumbar terdapat 3 pasar terdampak, kini 2 pasar di antaranya sudah mulai beroperasi dan ada satu dalam proses percepatan pemulihan."Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar-pasar tradisional ini melalui penataan infrastruktur, pembersihan, dan juga dukungan keterlibatan dari KL-KL yang terkait," ucapnya.Sementara sektor pendidikan, terdapat 3.700 sekolah yang terdampak bencana, sekitar 3.100 di antaranya mengalami kerusakan berat.Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat kembali dimulai pada 5 Januari 2026.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 19:34